Semua artikel oleh Promobola

‘Thomas Partey Lebih Baik dari Paul Pogba’

Thomas Partey mendapatkan pujian tinggi. Pemain Atletico Madrid itu dinilai itu dinilai mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan Paul Pogba.

Hal itu seperti diungkapkan oleh agen si pemain, Jose Daniel Jimenez Pozanco. Partey disebutnya kurang mendapatkan sorotan karena dia merupakan pemain negara Afrika, Ghana.

“Dia seperti Pogba, pemain box to box. Tapi dia lebih baik dari pemain Prancis itu, karena lebih banyak bekerja untuk pertahanan. Saya rasa itu karena dia orang Afrika. Dia kurang mendapat sorotan dari media ketimbang pemain Manchester United tersebut,” tutur Pozanco di Football Italia.

“Saya pertama kali melihatnya bermain di Ghana dan langsung sadar kualitasnya dan kalau bisa mengembangkan kemampuan taktikal, pemain ini bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” tambah dia.

Partey dikabarkan menuju Inter Milan. Pozanco menggoda Nerazzurri dengan menyebutkan klausul lepas pemain 25 tahun itu.

“Tak ada alasan dia tak bisa pergi ke Italia. Inter adalah tim top, seperti Atleti. Dia punya klausul jual seharga 50 juta euro dan di dunia sepakbola segalanya mungkin. Lihat saja Godin yang pergi ke Inter dan Griezmann yang berpeluang ke Barcelona,” ujar Pozanco.

Pogba Datang pun Kroos Pede Tetap Jadi Pemain Kunci Madrid

Paul Pogba santer dirumorkan jadi incaran Real Madrid. Toni Kroos percaya diri masih akan diandalkan Madrid sekalipun transfer itu benar-benar terwujud.

Kroos baru saja menandatangani kontrak baru bersama Madrid, Senin (20/5/2019) waktu setempat. Ia akan memakai kostum El Real sampai 2023.

Padahal sebelumnya Kroos diprediksi menjadi salah satu pemain yang berpeluang ditendang Madrid musim panas nanti. Rumor kedatangan Pogba menguatkan dugaan tersebut.

Namun Kroos rupanya sudah mendapatkan jaminan dari pelatih Madrid Zinedine Zidane. “Itu (potensi transfer Pogba) tak akan mengubah apapun. Saya sudah memperjuangkan tempat saya di sini, bermain baik. Saya rasa saya takkan mengalami kesulitan apapun untuk bermain,” ujar Kroos seperti dilansir Sportskeeda.

“Saya tak tahu siapa yang akan pergi dan datang. Saya sudah berbicara dengan manajer dan tahu akan idenya. Saya akan jadi sosok penting di sini, saya tak bisa bicara apa-apa lagi.” “Saya tak tahu berapa besar perubahan yang akan terjadi. Saya tak pernah punya keraguan terkait masa depan saya. Saya ingin selalu ada di sini, dan sudah selalu mengatakan itu,” tutur gelandang asal Jerman itu.

Kroos: Usai Dominan di Liga Champions, Wajar Performa Madrid Menurun

Real Madrid mengalami penurunan performa di musim ini. Hal itu dinilai wajar selepas dominasi El Real di Liga Champions dalam tiga tahun sebelumnya.

Madrid puasa gelar musim ini. Lebih buruknya, mereka menutup musim dengan kekalahan. Real Betis yang mempermalukan Los Blancos di Santiago Bernabeu pekan lalu.

Sebanyak 57 pertandingan dijalani oleh Madrid di semua ajang. Rinciannya, Madrid menang 33 kali, imbang 6 kali, dan kalah sebanyak 18 kali.

Tim Madrid yang dominan dengan raihan tiga gelar Liga Champions beruntun, seperti tak berbekas musim ini. Meski demikian, Toni Kroos menilainya sebagai suatu hal yang biasa.

“Tahun ini, saya tak mengira ada pemain yang mencapai level teratas. Saat itu terjadi pada banak pemain, susah untuk meraih kesuksesan. Kami semua juga manusia. Ini mungkin wajar setelah tiga kali memenangi Liga Champions secara beruntun,” kata Kroos di Sportskeeda.

“Yang tak wajar adalah memenangi Liga Champions tiga tahun berurutan. Saya merasa itu mustahil, tapi kami melakukannya. Sehingga menjadi wajar ketika Anda tidak mencapai level terbaik,” tambah dia.

Andai Milan Gagal ke Liga Champions, Romagnoli Tetap Setia

AC Milan berupaya mengejar tiket lolos ke Liga Champions musim depan. Andai gagal, Alessio Romagnoli tetap setia dengan klub asal kota mode itu.

Romagnoli merupakan salah satu pemain top yang dimiliki oleh Milan. Dia merupakan penggawa lini belakang Rossoneri. Di musim lalu, dia bermain sebanyak 31 kali di Liga Italia.

Menjelang bursa transfer musim panas tahun ini, ada dua klub yang dikaitkan dengan Romagnoli. Juventus dan beberapa klub Liga Inggris yang disebut menjadi peminatnya.

Milan masih mengejar tiket ke Liga Champions musim depan. Mereka ada di posisi kelima dengan raihan 65 angka, berjarak satu poin dari Atalanta dan Inter Milan di posisi ketiga-keempat.

Milan masih akan menjalani satu pertandingan lagi. Laga Milan dengan SPAL akan dipentaskan, Senin (27/5/2019) dinihari WIB.

Romagnoli mempunyai kontrak sampai 2022 bersama Milan. Dia menegaskan dirinya bahagia berada di San Siro.

“Saya bahagia di Milan. Saya akan tetap di sini selama bahagia. Kemudian kita lihat nanti. Klub yang harus berbicara soal rumor yang ada, bukan saya. Saya bahagia di Milan dan merupakan kapten di sini. Saya punya banyak alasan untuk bertahan,” ujar Romagnoli pada acara Premio Gentleman dikutip Football Italia.

“Jika gagal lolos ke Liga Champions, kami akan menetapkan target untuk bisa ke sana musim depan, seperti saat ini. Tapi masih ada satu laga lagi dan semua bisa terjadi,” ungkapnya.

Ronaldo dan Mourinho Akan Reuni di Juventus?

Ada potensi reuni Cristiano Ronaldo dengan Jose Mourinho. Megabintang sepakbola itu dikabarkan mengajukan Mourinho untuk melatih Juventus di musim depan.

Juventus sedang berburu pelatih baru setelah mengumumkan berpisah jalan dengan Massimiliano Allegri. Sejauh ini, Simone Inzaghi (Lazio), Maurizio Sarri (Chelsea), Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur), menjadi nama-nama yang kerap dikait-kaitkan sebagai suksesor Allegri.

Sementara itu Mourinho belum melatih lagi sejak diberhentikan Manchester United pada Desember 2018. Manajer berjuluk The Special One tersebut menargetkan bisa bekerja lagi pada musim depan sembari menunggu tawaran yang cocok.

Menurut La Gazzetta dello Sport, Mourinho mendapatkan dukungan dari dua figur penting untuk melatih Juventus. Yang pertama adalah Ronaldo, satu lagi adalah superagen Jorge Mendes.

Mourinho memang pernah bermasalah dengan sejumlah pemainnya, termasuk Ronaldo di musim terakhirnya di Real Madrid. Namun, hal tersebut diklaim sudah lama dilupakan.

Bagaimanapun, di bawah Mourinho Ronaldo menjelma menjadi mesin gol. Selama tiga musim dilatihnya, pemain terbaik dunia lima kali tersebut mengemas 168 gol plus 49 assist dalam 164 penampilan.

Patut ditunggu bagaimana kelanjutan rumor Mourinho-Juventus ini. Pasalnya, Mourinho kurang disukai publik Turin karena suksesnya mengantarkan Inter Milan meraih treble pada 2010.

Ardhi Tjahjoko Tetap Jadi Manajer Persija

Jabatan manajer Persija Jakarta belum akan berpindah tangan. Marsekal (Marsma) TNI AU Ardhi Tjahjoko dipastikan masih akan memanajeri Persija di musim ini.

Ardhi Tjahjoko pada awalnya sempat dikabarkan akan berhenti menjadi manajer Macan Kemayoran setelah Piala AFC 2019. Pengumuman itu dilakukan tidak lama setelah ada perubahan jajaran manajemen klub.

Namun pemain-pemain Persija meminta agar dia tak meninggalkan jabatannya. Ardhi pun mencoba bernegoisasi dengan atasannya di TNI AU, sebelum diizinkan. “Memang masa kerja saya sudah berakhir sampai Piala AFC. Tapi saya mencoba lapor kepada atasan saya untuk meminta izin, akhirnya manajemen Persija membuat surat ke TNI AU,” ujar Ardhi saat dihubungi pewarta, Selasa (21/5/2019).

“Memang masa kerja saya sudah berakhir sampai Piala AFC. Tapi saya mencoba lapor kepada atasan saya untuk meminta izin, akhirnya manajemen Persija membuat surat ke TNI AU,” ujar Ardhi saat dihubungi pewarta, Selasa (21/5/2019).

“Lalu saya menghadap ke kepala staf TNI AU, dan akhirnya saya diizinkan untuk kembali menemani Persija Jakarta di Liga 1 2019,” katanya menambahkan.

Persija membuka di Liga 1 2019 dengan hasil seri saat ditahan Barito Putera 1-1. Di pertanidngan berikutnya, Persija akan menghadapi laga tandang ke markas PSIS Semarang.

Masa Depan Bale Ada di Tangan Zidane

Agen Gareth Bale tak bisa berbuat banyak soal kelanjutan karier kliennya di Real Madrid. Dia memasrahkan segalanya kepada pelatih Los Blancos Zinedine Zidane.

Bale kini tengah dispekulasikan masa depannya menyusul hubungannya yang sudah retak dengan Zidane. Dalam tiga laga terakhir, Bale tidak bermain sama sekali. Bahkan pada laga pamungkas akhir pekan kemarin, Bale cuma duduk di bangku cadangan.

Sebenarnya banyak klub Inggris meminati Bale, sebut saja Manchester United, Tottenham Hotspur, atau bahkan Chelsea. Tapi, persoalan klub-klub tersebut adalah tingginya permintaan gaji Bale.

Bale, yang dibayar 17 juta euro per tahun, bahkan memilih makan gaji buta di Madrid dan bermain golf, ketimbang harus menurunkan pendapatannya di klub lain. Terkait masa depan kliennya, Barnett selaku agen Bale cuma bisa pasrah.

Sebab semua keputusan akhir terkait pemain ada di tangan Zidane. Apakah Bale bertahan atau tidak, kini hanya Zidane yang bisa menjawab secara gamblang, meski dalam beberapa kesempatan dia mengisyaratkan akan melepas pemain asal Wales itu.

“Baiklah, itu pendapatnya,” ujar Barnett seperti dikutip ESPN.

“Zidane memegang kuasa penuh (atas transfer pemain Madrid),” sambungnya.

Emery: Mbappe Selalu Ingin Gabung Madrid

Kylian Mbappe sedang ramai dikaitk-kaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid. Unai Emery mengungkapkan, Mbappe memang selalu ingin bergabung Madrid.

Bintang muda Paris St. Germain itu baru saja melontarkan komentar yang menciptakan spekulasi masa depannya. Alhasil, rumor-rumor transfernya kembali dimunculkan terutama dengan ketertarikan Madrid.

PSG buru-buru meredam isu tersebut dengan menyatakan striker Prancis itu tidak akan kemana-mana di musim depan. Namun demikian, potensi transfer Mbappe ke Santiago Bernabeu tidak sepenuhnya tertutup seiring misi Madrid merombak skuatnya di musim panas.

Emery menceritakan upaya keras PSG untuk membujuk pesepakbola berusia 20 tahun itu agar mau bergabung di musim panas 2017. Sebelum akhirnya berlabuh ke Parc des Princes, diakui Emery, Mbappe memang memilih Madrid.

“Di titik tertentu, semua orang mendesak di PSG,” Emery mengatakan kepada Cadena SER. “Saya bahkan sudah berbicara dengan dia dan ayah dia agar bertahan.”

“Dia menginginkan memilih Real Madrid. Dia juga punya peluang di Barcelona, tapi dia menginginkan Madrid dengan mudah,” sambung pelatih yang kini membesut Arsenal itu.

“Di antara semua orang kami meyakinkan dia tentang proyek di Prancis dan berhasil menahan dia. Kami harus menawarkan uang, dan itulah yang kami lakukan.”

Mbappe dan Emery hanya bekerja sama satu musim saja pada 2017/18. Di bawah arahan Emery, Mbappe tampil sensasional dengan mencetak 21 gol plus 15 assist dalam total 44 penampilan.