Semua artikel oleh Promobola

Tinggalkan Barca, Maxwell Merumput di PSG

JAKARTA–Barcelona akan mengizinkan Maxwell untuk mendiskusikan kesepakatan dengan Paris Saint Germain, setelah bek kiri tersebut berkata kalau ia ingin menerima tawaran untuk bergabung ke Liga Prancis tersebut, demikian disampaikan Pep Guardiola pada Rabu.

“Maxwell datang untuk menemui kami, dan ia berkata pada kami kalau dirinya mendapat tawaran dari PSG, dan ia akan menerimanya,” kata Guardiola mengenai Maxwell (30), yang jarang bermain sebagai pemain utama di Barcelona.

“Ia ingin pergi dan jika ia mencapai kesepakatan, klub tidak akan menghalangi jalannya.”

Maxwell, yang memulai karir di Ajax Amsterdam, bergabung dengan Barca dari Inter Milan di akhir musim 2008/2009, dan telah membantu klub Katalan tersebut memenangi 10 trofi, termasuk dua gelar juara liga, dan satu gelar Liga Champions.

PSG, yang kini dimiliki oleh investor Qatar, menghabiskan sekitar 85 juta euro pada bursa transfer musim panas, hampir setengah jumlah tersebut dipakai untuk mendatangkan pemain internasional, Javier Pastore, dari Palermo.

Mereka juga menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru pada bulan lalu, setelah memecat Antoine Kombouare, meskipun klub tersebut berhasil dibawa menduduki puncak klasemen Liga Prancis saat libur pertengahan musim.

Mengejutkan, Ternyata Wayne Rooney Ingin Menjadi Bintang Liverpool

Wayne RooneySebuah fakta mengejutkan baru-baru ini diungkapkan oleh Wayne Rooney terkait impian masa kecilnya. Sang kapten milik Manchester United tersebut secara mengejutkan mengakui bahwa dirinya mempunyai mimpi untuk menjadi bintang Liverpool ketika ia masih muda.

Rooney sendiri merupakan pemain sepakbola yang dibesarkan oleh Everton sebelum akhirnya ia menjadi salah satu striker terbaik dunia milik Manchester United. Dengan statusnya tersebut, tentu sangat mengejutkan jika ternyata ia mempunyai impian untuk menjadi bintang Liverpool yang notabennya adalah rival abadi klubnya.

Sebelum bercerita tentang impiannya, ia terlebih dahulu mengungkapkan bahwa dirinya sempat kembali ke sekolah tempat ia pernah menimba ilmu. Dan disana, dirinya bertemu dengan beberapa guru yang sempat mengajarnya sehingga kenangan masa lalunya pun kembali hadir.

“Saya baru saja kembali dari sekolah lama saya beberapa pekan yang lalu dan saya senang melihat beberapa guru yang masih bekerja di sana. Mereka biasa mengajar saya dulu,” tutur Rooney pada reporter.

Lebih lanjut, Wayne Rooney juga mengungkapkan bahwa dirinya mengingat saat masih bersekolah disana dimana ia selalu aktif bermain sepakbola dan terus menerus berpura-pura menjadi Michael Owen yang kala itu merupakan bintang milik Liverpool.

“Saya juga sering bermain sepakbola ketika berada di sekolah. Saya biasanya berlari ke sekeliling dan berpura-pura saya adalah Michael Owen,” pungkasnya.

Ferguson Sejajar dengan Pele dan Maradona

Alexander Chapman Ferguson atau Sir Alex Ferguson memang terlahir sebagai salah satu legenda sepak bola.

Karier kepelatihannya di Manchester United mungkin bisa dianggap menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah pelatih-pelatih dunia.

“Fergie memang spesial, sepertinya ia terbuat dari bahan yang sama seperti Pele, Diego Maradona, dan legenda sepak bola lainnya,” ujar Carlos Queiroz, mantan asisten Sir Alex.

Menurut mantan pelatih Real Madrid ini, adalah hal wajar jika Sir Alex disejajarkan dengan Pele dan Maradona. “Dia adalah sosok yang saya hormati, kehadirannya di lapangan selalu membuat penonton memberikan tepuk tangan,” ujar Quiroz.

Seperti diketahui, meskipun sudah berusia 70 tahun, Sir Alex masih menjadi sosok penting bagi “Red Devils”. Kesetiaan dan prestasi membuatnya menjadi legenda di Old Trafford.

Pria Skotlandia yang sudah melatih MU sejak 6 November 1986 ini sudah meraih 10 gelar Liga Primer dan treble pada tahun 1999 (Liga Champions, Piala FA, Liga Primer). Selain itu, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil meraih Liga Inggris tiga kali berturut-turut dari 1998 hingga 2001.

Tak heran jika Queiroz menyandingkan pria yang mendapat gelar bangsawan Sir ini sejajar dengan Pele dan Maradona.

Moratti Bantah Rumor Dirinya Datangkan AVB

Presiden Inter Milan, Massimo Moratti membantah rumor yang mengatakan dia akan mendatangkan Andre Villas-Boas (AVB). AVB saat ini berstatus pengangguran setelah dipecat oleh Chelsea.
Pelatih asal Portugal itu sempat dikaitkan dengan Inter musim panas lalu. Namun Nerazzurri menolaknya karena klasul buy-out dari Porto yang dinilai terlalu tinggi. Kini setelah posisi Claudio Ranieri digoyang, dan AVB berstatus penggangguran, rumor ini kembali mencuat.
“Ini semua hanyalah rumor, jelas saja,” kata Moratti singkat seperti dilansir Football Italia.
Moratti justru lebih tertarik membahas tentang pertandingan Inter melawan Catania akhir pekan lalu. Dalam laga itu Inter sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, namun bisa mengakhiri laga dengan skor 2-2.
“Saya melihat bagian dalam pertandingan melawan Catania. Perasaan saya tidak enak dalam bagian terburuk laga itu. Ketika kami kalah saya perlu berkata bahwa hal yang sangat penting kami bisa berjuang dan menunjukkan karakter, ada juga beberapa perbaikan,” beber Moratti.
“Tapi ada hal positif dalam beberapa bagian, seperti memberi kami panggilan untuk segera bangkit,” lanjutnya.
Inter kini berada di posisi ketujuh dengan mengoleksi 37 poin dari 26 pertandingan. Mereka belum pernah meraih kemenangan dalam 9 pertandingan terakhir.

Pereira diincar Barca

Cadena Ser mengabarkan Barcelona saat ini tengah mengarahkan pantauannya kepada bek kanan Sporting Lisbon Joao Pereira.

Bek tim nasional Portugal ini telah menjadi sosok inti bagi Sporting sejak ia bergabung dari klub lamanya di Sporting Braga pada Desember 2009. Barca diyakini telah terpincut setelah mengamati penampilan Pereira bersama dengan klub dan timnas.

Selain Barca, pemain berusia 27 tahun ini juga sempat dikabarkan menjadi incaran AC Milan, Paris Saint-Germain, Tottenham Hotspur dan Schalke.

Saat ditanya seputar ketertarikan sejumlah klub kepada dirinya, Pereira mengaku sangat senang.

“Semua itu membuat saya bangga dan memberikan saya motivasi lebih besar untuk bisa bermain lebih baik lagi,” ujarnya.

“yang pasti selalu menyenangkan jika nama kami itu telah dikaitkan dengan sejumlah klub besar. Tetapi untuk saat ini saya berupaya untuk tetap berpijak di bumi, saya tak mau besar kepala.”

Puyol Ungkapkan Barca Tidak Menyerah

BARCELONA – Bek sekaligus kapten Barcelona Carles Puyol mengingatkan rekan-rekannya untuk tak mencari-mencari alasan atas performa buruk mereka sewaktu ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh Villarreal. Puyol menolak bila penyebab buruknya pemain Barca karena faktor kelelahan.

Menurut Puyol, Barcelona sudah terbiasa bermain tiap tiga hari sekali. Puyol juga bisa mengerti kekecewaan rekan-rekan setim dan juga para Barcelonistas tetapi menegaskan bahwa Barca takkan menyerah memburu titel La Liga karena perjalanan kompetisi masih panjang.

Tambahan satu poin dari Stadion El Madrigal pada akhir pekan lalu membuat selisih angka dengan Real Madrid melebar jadi tujuh angka karena Madrid sukses memetik kemenangan 3-1 atas Real Zaragoza.

“Tidak ada alasan. Para pemain sudah terbiasa bermain tiap tiga hari sekali,” kata Puyol seperti dilansir situs resmi klub, Senin (30/1/2012).

“Tim akan berreaksi. Kami akan berbuat lebih banyak lagi, apapun yang diperlukan supaya kami bisa menang lagi. La Liga belum selesai. Kami takkan menyerah,” tegas bek asal Spanyol berusia 33 tahun tersebut.

UEFA Tolak Permohonan ‘Pemutihan’ Kartu untuk Laga Final

Nyon – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) menegaskan tak bakal memberi pengecualian untuk enam pemain dari Chelsea dan Bayern Munich yang tak bisa tampil di final Liga Champions, kendatipun adanya permohonan untuk melakukan “pemutihan” kartu.

Sengitnya duel di semifinal Liga Champions sudah membuat sejumlah pemain pilar dari Chelsea dan Bayern akan absen ketika timnya beradu di final pada 19 Mei depan, akibat akumulasi kartu kuning.

Kubu Bayern akan kehilangan Holger Badstuber, David Alaba dan Luiz Gustavo. Sementara Chelsea tak bisa diperkuat Branislav Ivanovic, Ramires, dan Raul Meireles–tidak termasuk John Terry karena di semifinal ia memang menerima kartu merah langsung dan bukannya kartu kuning.

Mengingat final adalah partai puncak yang ditunggu-tunggu pemain, Organisasi Pemain Profesional FIFPro meminta UEFA bersikap lebih lunak kepada enam pemain tersebut. Terlebih mereka juga merupakan pemain inti yang sudah pasti berperan besar untuk timnya masing-masing.

“Siapapun yang melakukan kesalahan serius di semifinal mesti diberi kartu merah dan absen di final. Tapi pelanggaran yang menghaslilkan kartu kuning kurang tepat dihukum seberat seperti absen di laga terpenting dalam hidup mereka,” kata juru bicara FIFPro Simon Barker di BERITA BOLA.

“Sebagai contoh Alaba terpeleset dan bola ditendang mengenai tangannya–tidaklah tepat pemain seperti itu harus absen di final Liga Champions karena hal seperti ini. Ada yang bilang kalau (‘pemutihan’ kartu) akan memberi pemain izin untuk tampil kasar dan semaunya di semifinal, tapi itu omong kosong. Pelanggaran serius pantas diganjar kartu merah dan itu tetap berarti tak bisa tampil di final,” beber Barker.

Akan tetapi, permintaan FIFPro itu ditolak oleh UEFA yang tetap berpegang teguh kepada peraturan yang ada. “Peraturan dari kompetisi ini sudah dirancang dari awal kompetisi dan tetap begitu sepanjang musim,” tegas juru bicara UEFA.

“Perubahan terhadap regulasi di masa mendatang mesti terlebih dulu diusulkan oleh komite kompetisi klub dan disetujui oleh komite eksekutif UEFA,” lanjut si juru bicara.

Menunggu Laga Indonesia-Thailand Siapa Pemenangnya?

Malam nanti (Selasa 7/12) akan digelar laga terakhir Grup A Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta antara Indonesia melawan Thailand, pertandinga yang wajib ditonton mengingat pelatif Alfred Riedl akan mencoba pemain yang selama ini belum diturunkan.

Wolfgang Pikal asisten pelatih menjelaskan bahwa perubahan pemain akn bisa mencapai 30 persen, pemain yang selama ini duduk di bangku cadangan akan diberi kesempatan untuk bisa menunjukkan kemampuan mereka.

Pikal juga mengungkapkan bahwa perombakan pemain ini selain alasan laga semifinal, juga memperhatikan kondisi para pemain secara menyeluruh, evaluasi terhadap para pemain yang cidera ringan, mendapat kartu kuning, akan menentukan siapa yang akan ikut bertanding nanti malam.

Sementara itu pelatih Thailand Bryan Robson mengatakan bahwa perubahan skuad timnas Indonesia ini akan menyulitkan bagi timnya karena dia menilai sulit untuk membaca kekuatan lawan dan biasanya pemain yang biasa mendiami bangku cadangan memiliki semangat yang tinggi.

“Kami idak diuntungkan dengan rotasi ini. Hal ini membuat tim kami harus bekerja keras disebabkan pemain cadangan biasanya memiliki semangat untuk menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Robson seperti yang dikutip oleh Goal.

Robson juga sudah mempertimbangkan kemungkinan adanya tekanan dari pihak penonton yang memadati stadion, tapi dia mengatakan bahwa tim Gajah Putih-nya sudah terbiasa dan berpengalaman tampil di stadion besar jadi dia tidak mengkhawatirkan hal ini.

Siapa yang sekiranya menang dalam laga Indonesia-Thailand nanti? WartaBola pegang Indonesia dengan skor 3-0, bagaimana dengan Anda?

Prakiraan Susunan Pemain:

Indonesia (4-4-2): Markus Haris Maulana; Mohammad Nasuha, Maman Abdurahman, M Roby, Zulkifli Syukur; Oktovianus Maniani, Eka Ramdani, Ahmad Bustomi, Arif Suyono; Irfan Bachdim, Yongki Aribowo.

Thailand (4-4-2): Sinthaweechai Hathairattanakool; Suree Sukha, Chonlatit Jantakam, Suttinun Phukom, Theerathon Bunmathan; Suchao Nutnum, Teerasil Dangda, Therdsak Chaiman, Datsakorn Thonglao; Teeratep Winothai, Sarayoot Chaikamdee.