Semua artikel oleh Promobola

Zidane ke Vinicus: Relaks Saja di Madrid

Vinicius Junior mengungkapkan bahwa pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memintanya untuk santai dan terus berkembang. Zidane yakin Vinicius punya karier yang panjang di Madrid.

Vinicius adalah striker asal Brasil jebolan akademi Madrid. Tapi, karier profesionalnya justru dibuat bersama Flamengo pada 2017.

Setelah satu tahun main di Liga Brasil, Vinicius kembali diboyong Los Blancos. Pada musim 2018/2019, dia bermain untuk Real Madrid Castilla dan tim senior.

Selama di Madrid, striker 19 tahun itu belum dapat kesempatan untuk main reguler di tim senior pada musim pertamanya. Total hanya ada 18 kali tampil di LaLiga. Untuk musim ini, Vinicius selalu tampil di tiga laga awal Madrid: satu menjadi starter dan dua sebagai pengganti. Belum ada gol selama tampil 118 menit.

“Zidane selalu mengatakan kepada saya untuk santai dan terus tumbuh. Saya diperlakukan dengan baik oleh semua orang, dia mengatakan saya akan bermain di Madrid untuk waktu yang lama,” kata Vinicius seperti dikutip dari Fox Sports.

Vinicius bisa menjadi penerus Marcelo dan Casemiro sebagai pemain Brasil yang bertahan lama di Madrid. Marcelo sudah berkostum El Real sejak 2007 dan Casemiro sejak 2013.

“Sama seperti Marcelo dan Casemiro, yang sudah lama di Madrid,” tegasnya.

Dani Ceballos Ditantang Konsisten di Arsenal

Dani Ceballos langsung menjadi pemain penting untuk Arsenal usai dipinjam dari Real Madrid. Dia ditantang tampil konsisten di London utara.

Pelatih Timnas Spanyol, Robert Moreno, yang ingin pemain 23 tahun itu memanfaatkan kesempatan menambah pengalaman di Arsenal. Cebalos kembali dipanggil untuk memperkuat La Furia Roja untuk menjalani kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Kepulauan Faroe dan Romania.

Di Liga Inggris, Ceballos selalu bermain dalam empat pertandingan yang dijalani oleh Arsenal. Dia dua kali menjadi starter, dan dua kali diganti. Secara keseluruhan, Ceballos tampil selama 197 menit.

Kontribusi Ceballos juga positif. Dia sudah mencetak sebanyak dua assist untuk Arsenal. Opta melansir bahwa Ceballos juga piawai dalam membantu pertahanan. Ada 60 persen tekel Ceballos sukses, dua juga 57,9 persen memenangi duel. “Saya ingin dia selalu bermain, yang paling penting bahwa pemain mempunyai waktu bermain yang banyak,” kata Moreno di As.

“Saya ingin dia banyak bermain sekarang, di Arsenal,” dia menambahkan.

Moreno enggan untuk membahas masa-masa Ceballos di Real Madrid. Di bawah asuhan Zinedine Zidane, dia jarang bermain.

“Saya tak akan membahas Madrid karena (pelatih Zinedine) Zidane merupakan satu-satunya yang membuat keputusan di sana,” kata Moreno.

Eks Pesepakbola Christoph Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak

Mantan pesepakbola Christoph Metzelder tengah diselidiki kepolisian Jerman. Ia diduga terlibat kasus pornografi anak.

Seperti diwartakan AFP, Metzelder diselidiki karena diduga mengirim foto-foto porno anak ke seorang wanita di Hamburg. Metzelder mengirimnya melalui aplikasi Whatsapp.

Wanita tersebut lantas melapor ke Polisi di Hamburg, yang kemudian langsung melakukan penyeledikan. Juru bicara Kepolisian Hamburg Liddy Oechtering membenarkan kabar ini.

“Kami bisa mengonfirmasi terkait investigasi terhadap Christoph Metzelder yang diduga membagikan konten pornografi anak, termasuk gambar digital,” katanya.

Oechtering menjelaskan, Kepolisian telah menggerebek di dua lokasi, yang tidak dijelaskan dengan rinci. Namun, menurut majalah Der Spiegel, Kepolisian mencarinya di rumah dan kantor Metzelder di Duesseldorf.

Kendati begitu, Metzelder belum akan ditahan. “Kami sedang menganalisis bahan yang disita,” ungkap Oechtering.

Metzelder, yang kini berusia 38 tahun, merupakan mantan pesepakbola top. Mengawali kariernya di Preussen Muenster, Metzelder kemudian melanjutkan kariernya ke Borussia Dortmund dan Real Madrid, sebelum pensiun di Tus Haltern pada 2012.

Semasa bermain, Metzelder sudah mencicipi gelar Bundesliga, DFB Pokal, Piala Super Jerman, LaLiga dan Piala Super Spanyol.

Di level internasional, Metzelder juga punya 47 caps bersama Timnas Jerman, dengan membantu Die Mannschaft menjadi runner up Piala Dunia 2002, peringkat tiga Piala Dunia 2006, serta runner up Piala Eropa 2008.

Emosi Mereda, Emre Can Kini Berkomitmen untuk Juventus

Emosi Emre Can mereda menyusul pencoretannya dari skuat Juventus di Liga Champions, Can kini berkomitmen penuh untuk Si Nyonya Tua.

Tak ada nama Can dalam 22 pemain yang didaftarkan Juventus ke UEFA untuk Liga Champions musim depan. Hal ini lantas membuat Can emosi.

Can merasa Juventus sudah ingkar janji mengingat mereka sudah menggaransi bahwa dia akan mendapat tempat di skuat Liga Champions. Ini pula yang akhirnya membuat Can menolak tawaran Paris Saint-Germain musim panas ini.

Can pun akan segera membicarakan perihal kelanjutan masa depannya dengan Juventus. Ada peluang Can untuk hengkang jika kondisi seperti ini terus berlanjut.

Tapi, emosi Can hanya sesaat. Dalam unggahan terbarunya di akun twitter, Can menyebut persoalan sudah selesai dan dia akan setia berseragam hitam-putih.

“Saya akan selalu merasa berutang budi kepada Juventus karena cara mereka mendukung serta melindungi saya sejak gabung ke ini, khususnya saat saya sedang cedera,” ujar Can.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Juventus dan rekan-rekan setim, saya tidak akan berkata apa-apa lagi dan akan terus berjuang di lapangan, karena prioritas utama saya adalah kesuksesan,” tutup pemain yang musim lalu tampil 37 kali itu.

Riedl Belum Datang, Pikal Masih Pimpin Latihan Persebaya

Alfred Riedl belum juga tampak batang hidungnya. Alhasil, asisten Wolfgang Pikal masih memegang kendali Persebaya Surabaya sejauh ini.

Hal itu terlihat saat Persebaya menjalani latihan perdana, Rabu (4/9/2019) sore WIB di Stadion Polda Jatim, Sidoarjo, pasca libur tiga hari. Pikal ditemani Bejo Sugiantoro.

Di latihan perdana tersebut Pikal langsung menggenjot fisik dan insting pemain, sesuai dengan materi yang diberikan Riedl.

“Untuk latihan pertama kita sebetulnya pemulihan karena sudah tiga hari libur. Tapi tiga empat hari ini kita akan latihan taktik dan fisik, setelah itu kita akan latihan untuk persiapan melawan Kalteng Putra di Kalimantan,” kata Pikal, kepada wartawan.

Sementara Pikal langsung memberikan menu latihan tadi soal umpan serta finishing. Tidak hanya, ada juga latihan taktik dan membangun serangan dari belakang ke tengah.

Selain itu, juga ia memberikan materi tentang bola satu sentuhan, yang dinilai Pikal selama ini hilang dari permainan Persebaya. Dia mengatakan pemain kerap kehilangan bola.

“First touch prioritas kita kedapan, agar pemain bisa lebih efektif dan lebih cepat ke depan,” tambah Pikal. Meski baru di latihan perdana, Pikal mengaku sudah hafal dengan seluruh nama pemain Persebaya yang berjumlah 26 pemain. Hal itu ia lakukan supaya lebih mudah berkomunikasi dengan pemain ketika di latihan.

“Saya hafal 80 persen, dan Bejo (Sugiantoro) semua hafal, kita sudah bekerja sama dan sudah sering sharing untuk dapat yang terbaik di tim ini,” terang Pikal.

Pikal sendiri akan memimpin latihan Persebaya bersama Bejo Sugiantoro selama beberapa minggu ke depan. Riedl baru akan dijadwalkan tiba pada pertengahan bulan ini. “Kita sudah siapkan program sampai coach Alfred Riedl datang, agar bisa bikin hasil untuk tim Persebaya,” ucap Pikal.

Di sisi lain, latihan pertama Persebaya para pemain tidak lengkap, Ruben Sanadi, Irfan Jaya, Hansamu Yama, dan Otavio Dutra dipanggil Timnas Indonesia. Sementara Osvaldo Haay dan Rachmat Irianto juga jalani training camp di Timnas Indonesia U-23.

Selanjutnya, Manu Dzhalilov juga dipanggil oleh Timnas Tajikistan dan M. Supriadi yang absen karena panggilan Timnas Indonesia U-19. Persebaya akan menghadapi Kalteng Putra pada 11 September pada putaran kedua Liga 1 2019.

Sanchez: Lukaku Merayuku Agar Gabung Inter

Alexis Sanchez berharap kariernya bisa membaik di Inter Milan. Sebab, Sanchez ditemani Romelu Lukaku yang punya misi serupa dengannya.

Sanchez akan menghabiskan musim 2019/2020 dengan status pinjaman di Inter. Belum ada kesepakatan soal transfer permanen pada kontrak tersebut dan Inter pun cuma membayar sekitar 40 persen dari total gaji 400 ribu paun per pekan.

Tapi, hal itu tentu tidak jadi masalah karena tujuan utama Sanchez adalah bisa mendapat jam terbang di Inter. Ini setelah kariernya mandek selama 1,5 musim berseragam Manchester United.

Total hanya lima gol dibuat Sanchez dalam kurun waktu tersebut membuatnya dinilai sudah habis. Meski demikian, Sanchez yakin kariernya bisa membaik di bawah arahan Antonio Conte. Apalagi Sanchez datang karena bujuk rayu Lukaku yang punya masalah nyaris sama. Lukaku juga terbuang dari MU usai kalah saing dengan Marcus Rashford.

“Saya senang bisa kembali ke Italia, selanjutnya kita lihat saja. Saya hanya ingin tampil sebaik mungkin, untuk tim dan juga fans Inter,” ujar Sanchez kepada Sky.

“Saya di ini untuk memenangi trofi, ya Serie A itu. Tim sudah puasa gelar selama delapan tahun, tapi kami harus berusaha dulu untuk itu,” sambungnya.

“Tim ini masih muda dan kuat, lalu ada juga pelatih yang haus gelar juara. Kehadiran Conte sangat penting, dia selalu mampu menyakinkan pemain,”

“Lukaku sangat senang ada di sini, dia juga meyakinkan saya datang ke sini,” demikian Sanchez.

Aneh! Ronaldo Cium Rambut Renato Sanches (Lagi)

Cristiano Ronaldo tertangkap kamera mencium rambut Renato Sanches. Hal serupa juga pernah dilakukan Ronaldo pada 2016.

Ronaldo sedang bergabung dengan Timnas Portugal untuk persiapan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Di bulan ini, Portugal akan bertandang ke markas Serbia dan Lithuania.

Ada kejadian unik di sela-sela latihan tim Portugal. Ronaldo ketahuan mencium rambut Sanchez. Tak ada reaksi apapun dari Sanchez, Ronaldo justru malah tersenyum.

Hal itu juga pernah dilakukan Ronaldo di latihan Timnas Portugal pada 2016. Tapi, pada momen tersebut striker 34 tahun milik Juventus itu tak melakukannya sendirian Ricardo Quaresma juga ikut mencium rambut Sanches.
Sebelum mencium rambut Sanches, Ronaldo dan Quaresma lebih dulu pegang-pegang. Setelah mencium, Ronaldo langsung merangkul Sanches.

Belum diketahui apa alasan Ronaldo mencium rambut Sanches. Tapi, hal itu diyakini Ronaldo sekadar penasaran apakah Sanches merawat rambut gimbalnya dengan baik.

Ada Peran Besar Julio Banuelos di Balik Kedatangan Playmaker Anyar Persija dari Spanyol

Persija Jakarta resmi mendatangkan gelandang asal Spanyol, Joan Tomas. Eks pemain Lamia itu dikontrak sampai akhir kompetisi Liga 1 2019.

Saat sesi penandatangan kontrak yang dilangsungkan di Hotel Aston, Bekasi, Sabtu (31/8/2019) malam, Joan menjelaskan alasannya menerima pinangan Persija.

Joan mengaku tertarik dengan status Persija sebagai tim besar di Indonesia. Selain itu, faktor Julio Banuelos sebagai pelatih Macan Kemayoran turut memengaruhi keputusan pemain 34 tahun itu.

“Saya sangat senang ada di Persija, tim yang sangat besar di Indonesia. Saya sudah kenal coach Julio dan juga berkenalan dengan pemain lain. Saya akan mencoba memberikan seluruh kemampuan terbaik saya di sini,” kata Joan.

Joan mengaku cukup mengenal Julio dengan baik. Faktor itu diharapkan bisa memudahkannya untuk beradaptasi di Persija.

Selain itu, Joan juga tertarik dengan fanatisme suporter Persija, The Jakmania yang diketahuinya lewat media sosial.

“Pak Ferry (CEO Persija) juga sangat bekerja keras untuk mendatangkan saya. Jadi, saya termotivasi untuk memberikan semangat baru di Persija,” tutur eks pemain Celta Vigo dan Villarreal itu.