Arsip Kategori: Berita Bola

Jadwal Liga 1 Hari Ini: Arema FC Vs Madura United

Ada satu pertandingan yang dimainkan di Liga 1 2019 hari ini. Sajiannya, Arema FC vs Madura United.

Duel Arema FC vs Madura United digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jawa Timur. Pertandingan yang kick-off pada pukul 15.30 WIB itu, disiarkan langsung oleh Indosiar.

Arema FC sedang berupaya bangkit setelah tumbang dalam lawatan ke kandang Perseru Badak Lampung FC. Singo Edan tumbang 3-4. Misi bangkit itu didukung dengan catatan kandang yang bagus belakangan ini. Arema FC tak pernah kalah dalam 11 pertandingan terakhir dengan catatan sembilan kali menang dan dua kali imbang.

Semen Padang menjadi tim terakhir yang diterkam Arema FC. Kabau Sirah dikalahkan 0-1.

Sementara itu, Madura United malah sedang labil di kandang lawan. Ada dalam lima laga terakhir, ada sekali kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.

Jadwal Liga 1 2019, Jumat (8/10):

Arema FC vs Madura United — Pukul 15.30 WIB

Betapa Kecewanya Roma

AS Roma tumbang di markas Borussia Moenchengladbach akibat gol di injury time. Kekalahan ini membuat Roma kecewa berat.

Roma kalah 1-2 dari Gladbach di matchday 4 Grup J Liga Europa. Bertanding di Borussia Park, Jumat (8/11/2019) dini hari WIB, Roma yang kebobolan lebih dulu kemudian mencetak gol balasan di babak kedua.

Saat laga seperti akan berakhir imbang, Roma justru kebobolan. Marcus Thuram membobol gawang Pau Lopez di menit ke-95 untuk memberi Gladbach kemenangan. Javier Pastore menyuarakan kekecewaan Roma atas kekalahan ini. Apalagi timnya juga punya beberapa peluang bagus untuk mencetak gol.

“Ini sangat mengecewakan, karena kami bermain sangat bagus di babak kedua, menciptakan begitu banyak peluang dan akan baik-baik saja andai dapat satu poin mengingat posisi di klasemen,” ujar Pastore kepada Sky Sport Italia.

“Kami membuat beberapa kesalahan ketika dapat ruang terbuka saat menyerang balik, mungkin ada rasa lelah karena kami memainkan banyak pertandingan beruntun, tapi tidak boleh ada alasan.”

Kekalahan ini membuat Roma turun ke peringkat ketiga klasemen Grup J dengan lima poin dari empat laga. Mereka kalah head-to-head dari Gladbach dan tertinggal dua angka dari Istanbul Basaksehir.

Roma selanjutnya akan tandang ke markas Istanbul Basaksehir pada 28 November. I Lupi wajib menang jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

“Kami tahu kami perlu tampil luar biasa di Istanbul, dengan determinasi dan rasa lapar. Kami melakukannya malam ini, cuma sayang sekali kami kebobolan di menit terakhir,” kata Pastore.

Klopp Sindir Gaya Main City di Anfield Musim Lalu

Jelang Liverpool vs Manchester City, Juergen Klopp mengungkit pertandingan musim lalu. Menurutnya, The Citizens tidak bermain seperti biasanya di Anfield.

Big match dua tim teratas Liga Inggris itu tersaji di Anfield, Minggu (10/11/2019). Secara statistik, The Reds lebih diunggulkan kala bermain di kandang dan mereka butuh kemenangan demi melebarkan jarak di puncak klasemen Liga Inggris.

Dari enam duel terakhir kedua tim di Anfield, Liverpool meraih lima kemenangan dan hanya satu kali imbang. Hasil seri itu terjadi pada pertandingan liga musim lalu dengan skor 0-0.

Menjelang pertandingan, Klopp kembali mengungkit-ungkit hasil imbang kedua tim musim lalu. Menurut manajer asal Jerman tersebut, City memainkan permainan yang berbeda dari biasanya. Saat itu City mengejutkan dengan bermain bertahan dan menumpuk lebih banyak pemain di lini belakang. Mereka bahkan nyaris menang andaikan penalti Riyad Mahrez tidak gagal.

“Performa City di Liverpool musim lalu bisa jadi merupakan penghormatan terbesar yang pernah diberikan kepada tim saya. Begitulah adanya,” kata Klopp dikutip dari Metro.

“Mereka bermain sangat berbeda dengan yang biasa mereka lakukan, itu benar. Tetapi inilah sepakbola,” tambah dia. “Kami semua harus membuat rencana untuk satu pertandingan, dan dalam kasus khusus ini akan menghadapi salah satu tim terbaik dunia.”

“Kami bermain di kandang, dan musim lalu kami bermain di markas City di mana kami kalah dengan jarak 11 milimeter, kalau saja bola itu dihitung masuk maka hasilnya seri. Saya rasa itu akan pantas.”

“Jadi ini akan menjadi pertarungan yang ketat dan itulah yang terjadi ketika dua tim berkualitas tinggi saling berhadapan. Saya mengharapkan pertandingan yang sengit lagi,” tutup Klopp.

Rashford Sebut MU Bisa Saja Menang Lebih Besar

Manchester United tampil meyakinkan untuk mengalahkan Partizan Belgrade 3-0 di Grup L Liga Europa. Marcus Rashford berpendapat, skor bisa aja lebih besar.

MU menjamu Partizan di Old Trafford, Jumat (8/11/2019) dinihari WIB. The Red Devils mencetak dua gol melalui Anthony Martial dan Mason Greenwood di paruh pertama, sebelum Rashford menambahkan sebuah gol lain usai turun minum.

Di pertandingan itu, MU begitu dominan dengan memiliki keunggulan penguasaan bola mencapai 64%. Setan Merah juga menciptakan 14 percobaan (7 on target), dibanding Partizan yang hanya membuat dua percobaan tanpa satupun yang mengarah ke gawang.

Rashford menjadi salah satu pemain MU yang paling mengancam Partizan selama 66 menit di atas lapangan. Pemain Inggris itu tercatat melepaskan enam tembakan, yang empat di antaranya mengarah ke gawang lawan. Menurut dia, MU bisa saja menang dengan skor lebih besar lagi.

“Kupikir tadi itu adalah penampilan yang bagus tapi ada hal-hal yang bisa kami tingkatkan,” ujar Rashford kepada BT Sport usai pertandingan. “Kami mampu mencetak tiga gol, tapi bisa saja lebih banyak lagi.”

“Ada beberapa kali ketika aku terlalu maju ke depan, jadi tadi itu adalah pertandingan dengan jarak yang bagus tapi kami senang dengan tiga gol.”

Hasil ini mengantarkan MU lolos ke fase gugur Liga Europa dengan dua laga sisa. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer itu mengumpulkan 10 poin hasil empat pertandingan untuk memuncaki klasemen sementara dengan keunggulan enam poin dari Partizan di peringkat ketiga.

Bukan Harinya Persipura

Persipura Jayapura dipaksa menyerah 1-3 dari Bhayangkara FC. Jacksen F Tiago menyebut bahwa saat ini memang bukan harinya Persipura.

Pertandingan Liga 1 antara Persipura vs Bhayangkara digelar di Stadion Delta Sidoarjo pada Kamis (7/11/2019) sore. Persipura menciptakan sejumlah peluang di paruh pertama, namun justru kecolongan gol Bruno Matos di menit-menit akhir.

Selepas restart, Persipura menyeimbangkan permainan melalui gol Ian Kabes di menit ke-75. Namun, kedudukan itu tidak berlangsung sama. Pada 10 menit terakhir, Bhayangkara menciptakan dua gol dalam enam menit berkat Adam Alis dan Herman Dzumafo Epandi.

Pelatih Persipura Jacksen mengatakan, Persipura kurang beruntung. Peluang-peluang yang terlahir tidak bisa dikonversikan menjadi gol.

“Sebuah pertandingan yang kurang baik buat kami, karena banyak peluang tidak mampu dimanfaatkan menjadi gol,” kata Jacksen usai pertandingan, Kamis (7/11/2019).

“Sebuah kekalahan pasti mengecewakan dan sedih, tapi kami tidak mau menyalahkan anak asuh. Kami mengapresiasi mereka berusaha mendapatkan poin, kami menyadari bahwa hari bukan untuk Persipura,” tambah Jacksen.

Sementara itu di tempat yang sama pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengatakan sangat mengapresiasi para pemainnya. Menurut dia, Bhayangkara memang layak menang.

“Kami sangat senang dengan kemenangan ini, karena apa yang kami instruksikan di jalan. Selain itu kerja sama mereka sangat bagus, baik menyerang dan diserang,” tandas Munster.

Jurus Iwan Bule Benahi PSSI dan Berantas Mafia Bola

Komisaris Jenderal Pol M. Iriawan mempertaruhkan nama baik dan reputasi pribadinya dalam memimpin PSSI. Karena itu, dia akan bekerja keras dan habis-habisan untuk membenahi PSSI dan persepakbolaan di Tanah Air. Dia pun membutuhkan dukungan dari semua pihak yang punya komitmen dan cita-cita yang sama, yakni majunya sepakbola nasional.

“Saya sudah terlalu banyak mendapatkan penghargaan dari negara, bintang tiga, tiga kali jadi Kapolda, Plt Gubernur Jabar, kali ini saya pertaruhkan reputasi saya untuk memimpin PSSI,” kata lelaki kelahiran 312 Maret 1962 yang akrab disapa Iwan Bule ini kepada Tim Blak-blakan detikcom.

Terkait konsep dan strategi memajukan PSSI, Iwan menuangkannya dalam buku “PSSI untuk Persatuan Indonesia”. Ia sadar betul salah satu keberhasilan sepakbola Indonesia ada pada prestasi tim nasional dia ajang pertandingan internasional, khususnya di tingkat Asia Tenggara dan Asia.

Karena itu, selain akan meningkatkan pembibitan pemain muda di daerah-daerah, PSSI, di bawah komandonya, akan tetap menjaga para pemain muda yang saat ini berlatih di klub-klub terkemuka di Eropa. Untuk pembiayaan, dia mengaku telah mendapatkan komitmen dari Menteri BUMN Erick Thohir. Erick sebelumnya dikenal sebagai pecinta sepakbola dan pemilik klub di Italia.

“Kalau sudah Timnas itu enggak ada suku, enggak ada agama, enggak ada partai. Semua Garuda di dadaku,” ujarnya.

Terkait mafia bola dan pengaturan skor pertandingan yang kerap dikeluhkan, Iwan memastikan dirinya akan meningkatkan intensitas kerja sama dengan Satgas Antimafia Bola. Hanya saja soal teknisnya, meskipun seorang polisi dia menyerahkan sepenuhnya kepada Satgas.

“Pokoknya, kalau masih ada pengurus yang macam-macam saya tidak akan melindungi, bahkan saya akan injek kalian,” dia menegaskan.

Khusus untuk menangani para pendukung sejumlah klub yang kerap terlibat tawuran, Iwan akan membentuk divisi atau direktorat tersendiri. Ia merujuk pengalamannya saat berada di Malaysia ternyata para penonton Indonesia yang menjadi pendukung macam-macam klub itu bisa guyub.

“Saya akan menunjuk orang yang memang memahami betul jiwa atau psikologi supporter. Kenapa mereka suka bentrok seperti Jakmania, Bobotoh, Aremania, Bonek itu,” ujarnya.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Ketua Umum PSSI Komjen Pol M. Iriawan, “Jurus Polisi Membenahi PSSI” di detik.com, Jumat (8/11/2019).

Tanpa Messi, Barcelona Tidak Bisa Apa-apa

Penampilan Barcelona di musim 2019/20 masih belum memuaskan. Mereka disebut terlalu bergantung pada sosok Lionel Messi.

Hal ini terlihat saat Barcelona gagal mengalahkan Slavia Praha dalam matchday empat Liga Champions, Rabu (6/11) dinihari WIB. Bermain di Camp Nou, mereka ditahan imbang 0-0.

Hasil negatif itu menjadi yang kedua secara beruntun bagi tim asuhan Ernesto Valverde, setelah sebelumnya dikalahkan Levante 1-3 di Liga Spanyol akhir pekan lalu.

Secara keseluruhan, penampilan Barcelona di laga itu memang tak baik. Mencatatkan 14 tembakan, namun tak ada yang berbuah gol. Tak hanya itu, lini serang mereka pun terlalu bertumpu pada Messi. Dari 14 tembakan yang dilesakkan Barca, delapan di antaranya diciptakan oleh La Pulga. Ousmane Dembele dan Antoine Griezmann bahkan tak memiliki peluang sama sekali.

Pada saat dikalahkan Levante, kondisinya mirip. Sembilan tembakan mampu dilepaskan Barcelona, namun lima di antaranya dibuat oleh Messi. Sementara kombinasi Luis Suarez, Ansu Fati, dan Griezmann hanya membuat empat tembakan.

Messi pun sejauh ini menjadi pencetak gol kedua terbanyak Barcelona dengan enam gol di seluruh ajang, hanya kalah dari Suarez yang sudah membuat delapan gol. Padahal, Messi sempat absen di awal musim karena cedera.

Eks manajer Arsenal, Arsene Wenger, menyebut Barcelona saat ini sudah tak semenakutkan dulu. Selain itu, ketergantungan mereka pada Messi semakin besar.

“Mereka (Barcelona) punya sejarah sebagai tim brilian yang bermain secara kolektif, dan Messi menjadi puncak dari semuanya untuk membuat perubahan,” ujar Wenger seperti dikutip Marca.

“Tapi saat ini sepertinya mereka bermain dengan hanya menunggu Messi,” sambungnya.

“Mereka dulunya tim yang fantastis, tapi kini mereka sudah kehilangan karisma dan mereka harus berpikir seberapa besar pengaruh kegagalan di Liga Champions musim-musim sebelumnya pada mereka.”

“Dilihat dari luar, kelihatannya mereka sudah kehilangan karisma,” demikian pria asal Prancis itu.

Persija Syukuri Satu Poin dari Padang

Persija Jakarta bermain seri 2-2 di markas Semen Padang. Satu poin yang disyukuri Persija di tengah jadwal padat dan skuat yang tidak lengkap.

Memainkan pertandingan Liga 1 di Stadion H. Agus Salim, Kamis (7/11/2019), Macan Kemayoran memulai dengan baik. Mario Simic membawa Persija unggul lebih dahulu di menit ke-16. Setelahnya, Semen Padang berbalik unggul usai mencetak dua gol di menit-menit akhir babak pertama melalui Vanderlei Francisco dan Mariando Uropmabin.

Persija akhirnya memaksakan laga berakhir seimbang. Ryuji Utomo menciptakan gol kedua Persija di menit ke-60. Satu poin membuat Persija sementara bertajan di posisi 13 klasemen sementara Liga 1, dengan jumlah poin sama dengan PSIS yang berada di posisi ke-14, yakni 28 poin.

Pelatih Persija Edson Tavares merasa puas dengan hasil pertandingan. Apalagi beberapa pemain pilarnya mesti absen. “Penting bagi kita untuk mengumpulkan poin demi poin, karena sangat berharga,” kata Tavares usai pertandingan. “Beberapa pemain tengah tidak bisa dimainkan seperti Ramdani Lestaluhu, Riko Simanjuntak dan membuat saya harus mencari komposisi terbaik. Selain itu padatnya dan dekatnya waktu pertandingan membuat saya harus mencari formasi terbaik.”

“Babak pertama kita bermain dengan baik. Kita berhasil mengontrol permainan apalagi setelah mencetak gol. Namun kita kebobolan dua gol. Di babak kedua kita baru berhasil membuat gol,” ucap Tavares.