Arsip Kategori: Berita Bola

Bukan Harinya Persipura

Persipura Jayapura dipaksa menyerah 1-3 dari Bhayangkara FC. Jacksen F Tiago menyebut bahwa saat ini memang bukan harinya Persipura.

Pertandingan Liga 1 antara Persipura vs Bhayangkara digelar di Stadion Delta Sidoarjo pada Kamis (7/11/2019) sore. Persipura menciptakan sejumlah peluang di paruh pertama, namun justru kecolongan gol Bruno Matos di menit-menit akhir.

Selepas restart, Persipura menyeimbangkan permainan melalui gol Ian Kabes di menit ke-75. Namun, kedudukan itu tidak berlangsung sama. Pada 10 menit terakhir, Bhayangkara menciptakan dua gol dalam enam menit berkat Adam Alis dan Herman Dzumafo Epandi.

Pelatih Persipura Jacksen mengatakan, Persipura kurang beruntung. Peluang-peluang yang terlahir tidak bisa dikonversikan menjadi gol.

“Sebuah pertandingan yang kurang baik buat kami, karena banyak peluang tidak mampu dimanfaatkan menjadi gol,” kata Jacksen usai pertandingan, Kamis (7/11/2019).

“Sebuah kekalahan pasti mengecewakan dan sedih, tapi kami tidak mau menyalahkan anak asuh. Kami mengapresiasi mereka berusaha mendapatkan poin, kami menyadari bahwa hari bukan untuk Persipura,” tambah Jacksen.

Sementara itu di tempat yang sama pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengatakan sangat mengapresiasi para pemainnya. Menurut dia, Bhayangkara memang layak menang.

“Kami sangat senang dengan kemenangan ini, karena apa yang kami instruksikan di jalan. Selain itu kerja sama mereka sangat bagus, baik menyerang dan diserang,” tandas Munster.

Jurus Iwan Bule Benahi PSSI dan Berantas Mafia Bola

Komisaris Jenderal Pol M. Iriawan mempertaruhkan nama baik dan reputasi pribadinya dalam memimpin PSSI. Karena itu, dia akan bekerja keras dan habis-habisan untuk membenahi PSSI dan persepakbolaan di Tanah Air. Dia pun membutuhkan dukungan dari semua pihak yang punya komitmen dan cita-cita yang sama, yakni majunya sepakbola nasional.

“Saya sudah terlalu banyak mendapatkan penghargaan dari negara, bintang tiga, tiga kali jadi Kapolda, Plt Gubernur Jabar, kali ini saya pertaruhkan reputasi saya untuk memimpin PSSI,” kata lelaki kelahiran 312 Maret 1962 yang akrab disapa Iwan Bule ini kepada Tim Blak-blakan detikcom.

Terkait konsep dan strategi memajukan PSSI, Iwan menuangkannya dalam buku “PSSI untuk Persatuan Indonesia”. Ia sadar betul salah satu keberhasilan sepakbola Indonesia ada pada prestasi tim nasional dia ajang pertandingan internasional, khususnya di tingkat Asia Tenggara dan Asia.

Karena itu, selain akan meningkatkan pembibitan pemain muda di daerah-daerah, PSSI, di bawah komandonya, akan tetap menjaga para pemain muda yang saat ini berlatih di klub-klub terkemuka di Eropa. Untuk pembiayaan, dia mengaku telah mendapatkan komitmen dari Menteri BUMN Erick Thohir. Erick sebelumnya dikenal sebagai pecinta sepakbola dan pemilik klub di Italia.

“Kalau sudah Timnas itu enggak ada suku, enggak ada agama, enggak ada partai. Semua Garuda di dadaku,” ujarnya.

Terkait mafia bola dan pengaturan skor pertandingan yang kerap dikeluhkan, Iwan memastikan dirinya akan meningkatkan intensitas kerja sama dengan Satgas Antimafia Bola. Hanya saja soal teknisnya, meskipun seorang polisi dia menyerahkan sepenuhnya kepada Satgas.

“Pokoknya, kalau masih ada pengurus yang macam-macam saya tidak akan melindungi, bahkan saya akan injek kalian,” dia menegaskan.

Khusus untuk menangani para pendukung sejumlah klub yang kerap terlibat tawuran, Iwan akan membentuk divisi atau direktorat tersendiri. Ia merujuk pengalamannya saat berada di Malaysia ternyata para penonton Indonesia yang menjadi pendukung macam-macam klub itu bisa guyub.

“Saya akan menunjuk orang yang memang memahami betul jiwa atau psikologi supporter. Kenapa mereka suka bentrok seperti Jakmania, Bobotoh, Aremania, Bonek itu,” ujarnya.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Ketua Umum PSSI Komjen Pol M. Iriawan, “Jurus Polisi Membenahi PSSI” di detik.com, Jumat (8/11/2019).

Tanpa Messi, Barcelona Tidak Bisa Apa-apa

Penampilan Barcelona di musim 2019/20 masih belum memuaskan. Mereka disebut terlalu bergantung pada sosok Lionel Messi.

Hal ini terlihat saat Barcelona gagal mengalahkan Slavia Praha dalam matchday empat Liga Champions, Rabu (6/11) dinihari WIB. Bermain di Camp Nou, mereka ditahan imbang 0-0.

Hasil negatif itu menjadi yang kedua secara beruntun bagi tim asuhan Ernesto Valverde, setelah sebelumnya dikalahkan Levante 1-3 di Liga Spanyol akhir pekan lalu.

Secara keseluruhan, penampilan Barcelona di laga itu memang tak baik. Mencatatkan 14 tembakan, namun tak ada yang berbuah gol. Tak hanya itu, lini serang mereka pun terlalu bertumpu pada Messi. Dari 14 tembakan yang dilesakkan Barca, delapan di antaranya diciptakan oleh La Pulga. Ousmane Dembele dan Antoine Griezmann bahkan tak memiliki peluang sama sekali.

Pada saat dikalahkan Levante, kondisinya mirip. Sembilan tembakan mampu dilepaskan Barcelona, namun lima di antaranya dibuat oleh Messi. Sementara kombinasi Luis Suarez, Ansu Fati, dan Griezmann hanya membuat empat tembakan.

Messi pun sejauh ini menjadi pencetak gol kedua terbanyak Barcelona dengan enam gol di seluruh ajang, hanya kalah dari Suarez yang sudah membuat delapan gol. Padahal, Messi sempat absen di awal musim karena cedera.

Eks manajer Arsenal, Arsene Wenger, menyebut Barcelona saat ini sudah tak semenakutkan dulu. Selain itu, ketergantungan mereka pada Messi semakin besar.

“Mereka (Barcelona) punya sejarah sebagai tim brilian yang bermain secara kolektif, dan Messi menjadi puncak dari semuanya untuk membuat perubahan,” ujar Wenger seperti dikutip Marca.

“Tapi saat ini sepertinya mereka bermain dengan hanya menunggu Messi,” sambungnya.

“Mereka dulunya tim yang fantastis, tapi kini mereka sudah kehilangan karisma dan mereka harus berpikir seberapa besar pengaruh kegagalan di Liga Champions musim-musim sebelumnya pada mereka.”

“Dilihat dari luar, kelihatannya mereka sudah kehilangan karisma,” demikian pria asal Prancis itu.

Persija Syukuri Satu Poin dari Padang

Persija Jakarta bermain seri 2-2 di markas Semen Padang. Satu poin yang disyukuri Persija di tengah jadwal padat dan skuat yang tidak lengkap.

Memainkan pertandingan Liga 1 di Stadion H. Agus Salim, Kamis (7/11/2019), Macan Kemayoran memulai dengan baik. Mario Simic membawa Persija unggul lebih dahulu di menit ke-16. Setelahnya, Semen Padang berbalik unggul usai mencetak dua gol di menit-menit akhir babak pertama melalui Vanderlei Francisco dan Mariando Uropmabin.

Persija akhirnya memaksakan laga berakhir seimbang. Ryuji Utomo menciptakan gol kedua Persija di menit ke-60. Satu poin membuat Persija sementara bertajan di posisi 13 klasemen sementara Liga 1, dengan jumlah poin sama dengan PSIS yang berada di posisi ke-14, yakni 28 poin.

Pelatih Persija Edson Tavares merasa puas dengan hasil pertandingan. Apalagi beberapa pemain pilarnya mesti absen. “Penting bagi kita untuk mengumpulkan poin demi poin, karena sangat berharga,” kata Tavares usai pertandingan. “Beberapa pemain tengah tidak bisa dimainkan seperti Ramdani Lestaluhu, Riko Simanjuntak dan membuat saya harus mencari komposisi terbaik. Selain itu padatnya dan dekatnya waktu pertandingan membuat saya harus mencari formasi terbaik.”

“Babak pertama kita bermain dengan baik. Kita berhasil mengontrol permainan apalagi setelah mencetak gol. Namun kita kebobolan dua gol. Di babak kedua kita baru berhasil membuat gol,” ucap Tavares.

‘Haaland Ingin Main di Liga Inggris’

Ayah Erling Haaland menyebut anaknya sangat ingin bermain di Liga Inggris. Haaland kini menjadi incaran banyak klub usai tampil tajam di Liga Champions musim ini.

Haaland menjadi sensasi setelah tampil gemilang bersama Red Bull Salzburg. Penyerang asal Norwegia tersebut kini menjadi top skor sementara Liga Champions dengan total tujuh gol.

Ia total telah mencetak 23 gol dan enam assist di seluruh kompetisi 2019/20. Performa gemilangnya tersebut membuat Haaland kini mulai dilirik beberapa klub Eropa seperti Manchester United, Juventus, dan Napoli.

Tapi menurut sang ayah, Alf-Inge Haaland, putranya memungkinkan akan memilih Liga Inggris jika nantinya hengkang dari Salzburg. Hal itu tidak lepas dari pengaruh Alf-Inge yang pernah merumput bersama Nottingham Forrest, Leeds United, dan Manchester City di antara 1993-2003. “Dia adalah penggemar Leeds, City, Forrest – jelas itu karena mengikuti saya. Namun itulah yang terjadi saat di masa muda. Ujar pria 46 tahun ini kepada TotalSport.

“Jelas sangat berbeda menjadi seorang penggemar dan bermain di sana. Namun dia lahir di Leeds.”

“Pada satu titik, ia ingin berlaga di Premier League. Itu pasti akan terjadi, tapi saya tidak tahu kapan. Liga Inggris adalah kompetisi yang sangat sulit,” demikian dia.

Ibrahimovic Akan Kembali ke AC Milan?

Striker top veteran Zlatan Ibrahimovic berpeluang kembali ke Italia untuk melanjutkan kariernya. Menyusul klaim bahwa Ibrahimovic sedang didekati AC Milan.

Pesepakbola berusia 38 tahun itu menghabiskan 1,5 tahun terakhir di MLS (Liga Amerika Serikat). Meski usianya sudah senja, Ibrah masih top dengan melesakkan 52 gol dalam 56 penampilan untuk LA Galaxy.

Kontrak Ibra di Galaxy akan habis pada Desember 2019 sehingga dia bisa bergabung dengan tim manapun secara cuma-cuma. Sejauh ini, atlet asal Swedia itu ditawari bermain di Bologna namun Milan diyakini lebih menarik. Ibrahimovic pernah menghabiskan dua musim di San Siro. Komisioner MLS Dan Garber mengatakan bahwa Ibrahimovic sedang menuju Milan.

“Zlatan itu orang yang menarik,” ucap dia kepada ESPN. “Dia terus membuat saya bersemangat, tapi dia itu menyenangkan dan Anda memerlukan jenis pemain seperti ini, seperti yang dilakukan Beckham dulu.”

“Dia sudah berusia 38 tahun dan sekarang sedang direkrut AC Milan, salah satu klub top di dunia,” ungkap Garber.

“Dia itu menarik di dalam dan di luar lapangan. Saya ingin sekali dia kembali, tapi keputusannya memang di tangan LA Galaxy.”

Persiku Kudus Juara Liga 3 Jateng Usai Kalahkan Persekat Tegal

Persiku Kudus keluar sebagai juara Liga 3 2019 zona Jawa Tengah. Mereka mengalahkan Persekat Kabupaten Tegal dengan skor 2-1 di partai final.

Bertanding di Stadion Wijaya Kusuma, Kabupaten Cilacap, Kamis (24/10/2019), Persiku menang 2-1 via babak tambahan. Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Persiku unggul lebih dulu melalui penyerang M Irman di menit ke-61. Ia menyelesaikan umpan silang Afrizal dengan sundulan kepala. Skor ini bertahan sampai penghujung laga, namun kemenangan di depan mata buyar seketika saat Persekat membalas di menit ke-92. Sahrudin Irwan memanfaatkan kemelut di kotak penalti untuk menyamakan skor.

Laga dilanjutkan ke babak tambahan. Di periode ini, Persiku pada akhirnya mengunci kemenangan lewat gol Wirdan Jaka pada menit ke-97. Pelatih Persiku Subangkit puas dengan permainan anak asuhnya, juga memuji perlawanan Persekat. Selanjutnya ia mengingatkan tim untuk terus bekerja keras karena masih ada tahap lain untuk ditempuh, yakni pertarungan di zona Jawa.

“Bangga bisa menjadi juara Liga 3 Jateng. Masih ada putaran lain yang harus dilalui,” ungkap Subangkit.

“Tadi saya kira kita main bagus. Kita jual beli serangan. Mereka juga kuat,” imbuhnya.

Rumor Transfer: Inter Incar Thomas Mueller

Inter Milan dikabarkan ingin mendatangkan Thomas Mueller. Nerazzurri dilaporkan berencana merekrut Mueller pada bursa transfer Januari nanti.

Mueller belakangan terpinggirkan dari tim utama Bayern Munich. Musim ini, penyerang 30 tahun itu hanya tiga kali jadi starter di Liga Jerman.

Jarang dimainkan, Mueller merasa gerah. Pemain Jerman itu sempat mengungkapkan rasa frustrasinya.

Situasi tersebut kabarnya coba dimanfaatkan oleh Inter. Media Jerman, Bild dan Kicker, melaporkan kalau Inter tertarik untuk mendatangkan Mueller pada bursa transfer musim dingin mendatang.

Untuk mendapatkan Mueller, Inter harus bersaing dengan Manchester United dan Liverpool. Setan Merah kabarnya jadi pesaing terkuat karena memang butuh pemain depan.

Mueller, yang masih terikat kontrak sampai 2021, sejauh ini baru tampil 12 kali di semua kompetisi. Ia mencatat satu gol dan enam assist untuk Bayern.