Arsip Kategori: Berita Bola

Robertson Yakin Liverpool Akan Tampil Beda di Laga vs Chelsea

Bek Liverpool, Andrew Robertson, yakin bahwa The Reds dapat memetik kemenangan atas Chelsea di laga lanjutan Liga Premier Inggris pada Sabtu (29/9) malam WIB.

Pada pertengahan pekan (27/9), Liverpool harus menelan kekalahan dari Chelsea dengan skor tipis 1-2 di ajang Carabao Cup. Kini, kedua raksasa Inggris tersebut akan kembali dipertemukan di kompetisi liga.

Berbicara mengenai duel panas di Stamford Bridge nanti, Robertson yakin bahwa The Reds akan menampilkan permainan yang benar-benar berbeda.

“Satu-satunya hal positif yang bisa kami ambil [dari laga pertengahan pekan] adalah kami memainkannya begitu cepat setelahnya, dan kami dapat coba untuk memperbaikinya. Ini adalah permainan yang benar-benar berbeda,” kata Robertson.

“Kami kehilangan keunggulan saat menjadi tuan rumah. Karena itu, di Stamford Bridge, dan saya pikir itu akan menjadi dua tim yang berbeda. Tapi selain itu, dua klub yang sama bermain. Kami berharap ini akan menjadi pertandingan besar, dan semoga kami bisa keluar sebagai pemenang pada akhirnya.

“Tahun lalu, terutama di laga tandang, saya tidak berpikir bahwa kami cukup bagus melawan tim-tim besar. Kami imbang melawan Arsenal, tetapi selain itu, kami dikalahkan mereka semua, hasil yang mengecewakan. “Chelsea adalah lawan terakhir kami, tepat setelah kami lolos ke final Liga Champions, dan kami berjuang hari itu, dengan segalanya bergulir menjadi satu. Mereka lebih baik dari kami.

“Anda hanya perlu menempatkan hal-hal ini dengan benar, dan karena Anda bermain melawan salah satu rival terdekat Anda, tentu memiliki dorongan yang sedikit lebih besar untuk itu,” tukasnya. Sumber: sportsmole.co.uk

Mourinho Ungkap 3 Pemain yang Bisa Jadi Wakil Kapten di MU

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, baru saja memutuskan bahwa Paul Pogba tidak akan menjadi kapten klub lagi pada musim ini. Dan kini, juru taktik asal Portugal itu menyebutkan akan ada tiga nama yang bisa menggantikan jabatan Pogba tersebut.

Mourinho mengungkapkan bahwa David de Gea, Ashley Young dan Chris Smalling merupakan pemain yang masih mungkin untuk menerima ban kapten pada musim ini, jika saja Antonio Valencia absen.

“Kami memiliki Valencia sebagai kapten dan kemudian kami memiliki sekelompok pemain yang bisa menjadi wakil kapten – suatu hari saya memberikannya kepada David de Gea, Ashley Young, atau Chris Smalling,” kata Mourinho.

“Saya pertama kali berpikir tentang Paul musim lalu, karena [dia] pemain generasi yang berbeda, pemain muda, kapten masa depan.

“Karena Valencia, Young, mereka kurang lebih seusia, generasi yang sama. Tapi dia [Pogba] bukan wakil kapten, jadi sekarang kami tidak punya wakil kapten.

“Sekarang tergantung pada pertandingan, dan tergantung pada apakah Valencia bermain atau tidak. Jika Valencia bermain, Valencia adalah kapten. Jika dia tidak bermain, saya akan mencoba dan pergi ke arah lain,” tutupnya. Sumber dari: Metro.co.uk.

Tiga Kunci untuk Real Madrid Menangkan Derby Melawan Atletico Madrid

Real Madrid akan menjalani duel panas melawan Atletico Madrid dalam pertandingan bertajuk Derby Madrid pada hari Minggu (30/9) pukul 01.45 dini hari WIB.

Real Madrid akan menjamu rival sekota mereka itu di Santiago Bernabeu, setelah menelan kekalahan dengan skor 3-0 dari Sevilla pada pertengahan pekan. Meski demikian, mereka patut bersyukur karena salah satu pesaing gelar mereka, Barcelona, juga mengalami kekalahan mengejutkan dari tim papan bawah klasemen, Leganes, di pekan yang sama.

Kini, tampaknya Los Blancos harus berjuang keras melawan rival sekota mereka yang tampak solid, terutama di lini pertahanan. Dan berikut ini ada tiga kunci yang bisa membantu Real Madrid meraih kemenangan di Derby dini hari nanti:

– Mencegah serangan balik Atletico Madrid. Tiga penyerang Atletico Madrid, yakni Thomas Lemar, Antoine Griezmann, dan Diego Costa, sangat berbahaya jika mereka memiliki ruang untuk beroperasi.

Dua gol pertama Sevilla ke gawang Real Madrid berasal dari serangan balik. Dan bos Los Rojiblancos, Diego Simeone, pasti akan coba mengeksploitasi transisi bertahan Madrid yang agak buruk.

– Membuat pernyataan. Los Blancos harus bangkit kembali dan memiliki alasan bagus untuk bermain dengan pertandingan kompetitif hari ini.

Mereka kalah di Piala Super UEFA melawan Atletico pada Agustus lalu, dan mereka juga perlu membuktikan bahwa mereka bisa bangkit, setelah performa buruk melawan Sevilla.

Derby Madrid ini selalu menjadi laga prestisius untuk para pemain Real Madrid, tetapi kali ini mereka juga akan memiliki tugas khusus di pundak mereka.

– Benzema dan Bale perlu bersinar lagi. Kedua pemain ini memulai musim dengan performa yang bagus. Akan tetapi, bentuk kedua penyerang ini mulai merosot dalam beberapa pertandingan terakhir. Bisakah keduanya menggantikan peran Cristiano Ronaldo untuk pertandingan besar Real Madrid seperti derby kali ini?

Gempa-Tsunami di Sulteng, Sandi Sute Cemas Tunggu Kabar dari Keluarga

Gelandang Persija Jakarta Sandi Sute sedang menanti kabar dari keluarganya. Menyusul bencana alam gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

Gempa bumi dahsyat mengguncang Donggala dan Palu pada sore WITA, Jumat (28/9/2018). Tidak lama setelahnya, tsunami menerjang pantai di Palu.

Sampai saat ini belum diketahui persis berapa banyak korban jiwa yang ditimbulkan. Hal yang jelas adalah ribuan bangunan dan jalanan rusak, termasuk rumah dari keluarga istri Sandi di Donggala.

“Alhamdulillah keluarga di Donggala/Wani dari istri pada selamat semua tapi rumah pada hancur dihantam tsunami. Tinggal nunggu kabar keluarga di Palu/Taipa di kampung halaman belum aktif di telepon-telepon tidak bisa. Ya Allah lindungilah mereka dan jauhkan dari marabahaya,” tulis Sandi dalam akun Instagram-nya @sandi.sute21 sekitar sejam sejak berita ini diturunkan.

Kini Sandi sedang menanti kabar dari keluarganya yang tinggal tidak jauh dari titik gempa antara Donggala dan Palu. Jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana tengah mengalami gangguan.

“Pas saya selesai latihan sekitar setengah 6 (sore) langsung dapat kabar dari istri. Dia suruh saya cepat pulang sambil nangis,” ungkap Sandi, saat dihubungi detikSport.

“Dari selesai latihan sampai sekarang belum dapat kabar, cuma alhamdulillah keluarga dari istri ada kabar selamat semua, tapi rumah pada hancur dihantam gempa dan tsunami. Tinggal keluarga dari orag tua saya di Palu. Ada kakek, om, dan kakak saya juga di sana. Sampai sekarang belum ada kabar.

Sampai sekarang saya lagi usaha terus tanya teman siapa yang bisa dikabari di sana. sampai sekarang ini belum berhenti cari info,” sambung pemain berusia 25 tahun itu.

Sandi berharap siapapun bisa membantunya mencari informasi tentang kondisi keluarganya sekarang. “Mohon doanya untuk semua warga Palu. Semoga dengan berita ini bisa bantu saya juga cari tahu kabar keluarga.”

Bukan Cibiran di Medsos, Ini yang Paling Bikin Pemain Timnas U-16 Down

Cibiran dari netizen ternyata bukan hal yang bisa menjatuhkan pemain timnas Indonesia U-16. Lalu apa? Ini kata Psikolog tim, Laksmiari Saraswati.

Timnas U-16 saat ini sedang berjuang di Piala Asia 2018. Mereka sudah menjejak ke babak perempatfinal, dan akan menghadapi Australia di stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10/2018).

Beberapa pemain tampil tak sesuai harapan netizen dalam dua pertandingan terakhir. Mereka pun mendapatkan komentar negatif di media sosial.

Asti menilai bahwa hal itu bukan menjadi pukulan terberat untuk pemain timnas U-16. Gangguan cedera yang harus membuat mereka absen lama adalah yang bisa membuat mereka down.

Sebagai contoh, Sutan Diego Armando Ondriano Zico, yang menurun pasca mengalami cedera yang cukup parah. Meski kondisinya kini sudah membaik, ketajamannya masih belum pulih. Di Piala Asia kali ini, dia baru membukukan satu gol.

“Cedera yang pasti. Itu tak usah anak-anak ini. Di semua cabang olahraga kalau atlet sudah cedera, itu butuh effort untuk membuat mereka bisa kembali,” kata Asti dalam perbincangan dengan detikSport di Grand Dorsset Subang.

“Ada banyak versi tentang cedera. Ada orang yang bilang ‘anak laki nggak boleh nangis, anak laki harus kuat’. Kalau saya ya misal mau nangis dan ya nangis.”

“Nangis itu tak ada kaitannya sama cengeng, tidak ada kaitannya dengan kuat. Semakin maksa tidak boleh nangis, semakin maksa harus kuat, semakin kamu menyangkal diri, kalau meledak di saat yang tak tepat akan bahaya,” psikolog yang juga bertugas di timnas panjat tebing dan timnas atletik itu menambahkan.

“Atlet justru harus tahu kapan harus menangis. Setelah itu harus segera bangkit lagi,” kata Asti lagi.

Agar Lututnya Tak Cedera, Hazard Enggan Lakukan Selebrasi Ini Lagi

Eden Hazard punya selebrasi ikonik setiap dia mencetak gol. Tapi, hal itu takkan dilakukannya lagi demi menjaga kondisi lututnya.

Meski berposisi gelandang serang, Hazard termasuk pemain produktif. Sejak memperkuat Chelsea pada 2012, Hazard bikin 95 gol dari 307 penampilan di seluruh kompetisi. Dia adalah pemain tertajam di skuat saat ini.

Di musim ini saja, Hazard sudah bikin enam gol dari tujuh penampilan termasuk satu golnya yang membawa Chelsea menang 2-1 atas Liverpool di babak ketiga Piala Liga Inggris.

Seperti biasa Hazard memang masih berlari ke pinggir lapangan menghampiri tribun tempat suporter Chelsea berdiri, dan ndlosor seperti biasanya. Selebrasi itu memang jadi trademark Hazard selama ini, yakni meluncur di lapangan dengan lutut sebagai tumpuannya.

Tapi, hal itu tidak akan dilakukan Hazard lagi karena lama kelamaan dia tidak merasa nyaman karena lututnya panas dan terluka.. Bukan tak mungkin suatu saat lutut Hazard akan cedera karena selebrasi itu.

Apalagi selama memperkuat Chelsea, Hazard jarang mendapat cedera lutut dan termasuk pemain yang cepat pulih usai mengalami cedera. “Lihat, lihat coba selebrasinya – merosot dengan lutut. Saya harus menghentikan ini,” ujar Hazard sambil menunjukkan lututnya yang luka.

“Lututku – saya merasa kepanasan! Saya tidak mau lagi selebrasi seperti ini,” sambungnya seperti dikutip situs resmi Chelsea.

Meski Sulit, Begini Cara Si Merah Matikan Hazard

Eden Hazard tengah gemilang. Namun jelang laga kontra Chelsea, manajer Liverpool Juergen Klopp takkan memberi pengawalan khusus.

Performa Hazard sejak awal musim sudah langsung mengilap. Lima gol dan dua assist dari enam pertandingan di awal Premier League menjadi bukti betapa pemain internasional Belgia itu bisa menjadi ancaman nyata bagi The Reds.

Apalagi, pemain bernomor punggung 10 itu juga yang menjadi penentu kemenangan The Blues saat menjungkalkan kubu Merseyside dalam laga Piala Liga Inggris lalu.

Dalam laga di Stamford Bridge malam ini, Sabtu (29/9/2018), manajer asal Jerman ini mengaku tak memberikan instruksi khusus untuk mematikan pergerakan pemain 27 tahun itu. Sebab hal itu akan sulit dilakukan.

“Ketika Dortmund bertemu Real Madrid [di semifinal Liga Champions 2013], saya memasang Mario Goetze untuk bertarung melawan Xabi Alonso. Tetapi tidak dengan Hazard, karena dia jauh lebih fleksibel,” kata mantan pelatih Borussia Dortmund itu seperti dilansir FourFourTwo.

Hazard tak hanya akan menyisir dari sisi kiri lapangan untuk menggedor pertahanan Liverpool. Namun, ia bisa bergerak bebas ke segala penjuru untuk menebar ancaman. Itulah yang membuat Klopp merasa taktik man-marking akan sia-sia.

Kekalahan di Piala AFF 2017 Jadi Pelajaran Indonesia untuk Lawan Australia

Timnas Indonesia U-16 akan menghadapi Australia di perempatfinal Piala Asia 2018. Garuda Muda mempunyai modal berharga menatap laga itu.

Duel Indonesia vs Australia akan berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10/2018). Tim Merah-Putih pernah dihajar Australia pada tahun lalu.

Kala itu, Piala AFF 2017 menjadi ajangnya. Indonesia kalah 3-7. Sempat unggul 2-0 di awal laga, Indonesia tertinggal 2-5 saat jeda.

Hasil itu disebut menjadi pengalaman bagus oleh pelatih timnas U-16, Fakhri Husaini. Dia juga kembali mengucapkan syukur atas keberhasilan Garuda Muda ke babak 8 besar.

“Kami mengucapkan syukur terlebih dahulu bahwa sudah menyelesaikan tugas di babak penyisihan grup,” kata Fakhri dalam sesi jumpa pewarta sebelum laga di Sheraton Petaling Jaya, Malaysia.

“Hasil lolos ke babak 8 besar ini sudah ditunggu-tunggu para pemain. Sepadan dengan yang mereka lakukan di lapangan hari ini,” sambungnya. “Lawan kami Australia merupakan tim kuat, yang memberi kami pengalaman bagus saat mengalahkan kami di Piala AFF 2017.”

“Kekalahan itu menjadi modal berharga untuk kami menghadapi mereka tanggal 1 Oktober nanti,” tutupnya.