Arsip Kategori: Liga Champions

Prediksi Juventus Vs Ajax: Van Basten Jagokan Bianconeri Menang 2-1

Marco van Basten mengungkapkan prediksi Juventus vs Ajax Amsterdam. Bianconeri dijagokan menang dengan skor 2-1.

Juventus vs Ajax di leg II perempatfinal Liga Champions akan dihelat di Allianz Stadium, Rabu (17/4/2019) dinihari WIB. Kedua tim masih mempunyai peluang sama besar untuk melaju ke babak semifinal.

Pada leg I perempatfinal pada pekan lalu skornya 1-1. Ajax mencetak gol via David Neres, Juve menjebol gawang tuan rumah via Cristiano Ronaldo.

Dengan berlaga di kandang sendiri, Juve menjadi unggulan. Eks pemain Ajax, Van Basten, yang mengungkapkan itu.

Mantan pemain pengoleksi dua gelar Liga Champions itu juga yakin Ronaldo akan menjadi penentu dalam laga kali ini.

“Juventus akan menang 2-1 dan Cristiano Ronaldo akan mencetak gol lagi,” kata Van Basten di Calciomercarto.

“Ajax tim kuat, saya suka cara mereka bermain. Saat mereka menguasai bola, permainan mereka enak dilihat. Tapi tidak saat mereka harus bertahan,” dia menambahkan.

Hasil Liga Champions: Kalahkan Dortmund, Tottenham ke Perempatfinal

Tottenham Hotspur ke perempatfinal Liga Champions dengan menang agregat 4-0 atas Borussia Dortmund. Hasil itu didapat setelah menang 1-0 di leg kedua 16 besar.

Dortmund menjalani tugas berat saat menjamu Tottenham di Signal Iduna Park, Rabu (6/3/2019) dinihari WIB. Marco Reus dkk. harus mengejar defisit tiga gol.

Die Borussen banyak menciptakan peluang di babak pertama. Namun, tak ada yang berbuah gol setelah Hugo Lloris tampil oke.

Petaka datang ke Dortmund di awal babak kedua. Tottenham mencetak gol lewat Harry Kane. Dortmund gagal melesakkan satu pun gol di sisa waktu dan laga tuntas dengan skor 1-0.

Hasil ini mengantarkan Tottenham ke perempatfinal dengan agregat 4-0, setelah pada pertemuan pertama menang 3-0.

Jalannya Pertandingan

Ancaman pertama dari Dortmund datang pada menit keenam. Jadon Sancho mengirim umpan silang dari sayap kanan, bola meluncur ke mulut gawang, namun Jan Vertonghen dengan sigap melakukan halauan.

Empat menit berselang Sancho dan Reus melakukan kerja sama di sisi kanan area penalti Tottenham. Sancho gagal melepas umpan tarik dengan sempurna. Bola meluncur keluar lapangan.

Peluang bagus Dortmund datang pada menit ke-22. Reus menyambar umpan tarik dari Raphael Guerreiro, yang arah bolanya masih bisa diselamatkan oleh Hugo Lloris.

Ancaman pertama Tottenham datang saat laga sudah berjalan setengah jam. Son Heung-min lepas dari posisi offside untuk kemudian berhadapan satu lawan satu dengan Roman Burki. Bola ditembak oleh Son namun arahnya masih sedikit melebar.

Dortmund mendapat empat peluang di menit ke-33. Sundulan Julian Weigl berhasil ditepis Lloris. Weigl kembali menyambar bola rebound, namun bisa diblok lawan. Dua peluang lainnya datang dari Reus dan Mario Goetze. Bola bisa diblok Moussa Sissoko dan ditepis Lloris.

Dortmund masih terus mengurung pertahanan Tottenham jelang turun minum. Bola dialirkan ke berbagai sisi untuk mencari celah masuk kotak penalti, namun tak kunjung berhasil. Babak pertama pun tuntas tanpa gol.

Dortmund kembali langsung menggedor di awal babak kedua. Paco Alcacer mengirim umpan lob ke sisi kanan area penalti Tottenham, yang disambut oleh Reus. Kapten Die Borussen itu melanjutkannya dengan umpan tarik ke mulut gawang, namun bola gagal disambar oleh rekan setimnya.

Alih-alih mencuri gol, Dortmund malah kebobolan di menit ke-48. Harry Kane lepas dari perangkap off-side setelah menerima umpan terobosan dari Sissoko. Striker asal Inggris itu lantas berlari ke kotak penalti Dortmund, sebelum melepaskan tembakan akurat ke pojok kanan gawang.

Tak ada pilihan lain untuk Dortmund selain menyerang total setelah tertinggal 0-1. Situasi ini bikin tim tuan rumah harus membalas dengan lima gol.

Christian Pulisic, yang sempat diragukan tampil karena belum fit, akhirnya dimasukkan oleh pelatih Lucien Favre. Gelandang asal Amerika Serikat itu menggantikan Guerreiro.

Perubahan pemain belum berpengaruh besar untuk serangan Dortmund. Di saat bersamaan Tottenham sangat rapat dalam bertahan.

Pulisic dapat peluang pertamanya di menit ke-75. Memanfaatkan umpan silang, Pulisic menyundul bola dalam posisi bebas. Belum menghasilkan gol setelah arah bola sedikit melayang di atas gawang.

Tottenham menumpuk sembilan pemain di sepertiga akhir wilayahnya sendiri. Kane dibiarkan menggantung sendirian di depan untuk melancarkan serangan balik.

Dortmund lebih banyak cuma mengalirikan bola dari kanan ke kiri. Mereka kesulitan melakukan tusukan setelah banyaknya pemain lawan di pertahanan.

Tak ada gol tambahan hingga laga tuntas. Tottenham berhak lolos ke perempatfinal.

Susunan Pemain:

Dortmund: Roman Burki; Marius Wolf, Manuel Akanji, Abdou Diallo, Raphael Guerreiro; Julian Weigl, Axel Witsel; Jadon Sancho, Mario Goetze, Marco Reus; Paco Alcacer.

Tottenham: Hugo Lloris; Toby Alderweireld, Davinson Sanchez, Jan Vertonghen; Serge Aurier, Harry Winks, Moussa Sissoko, Ben Davies; Harry Kane, Son Heung-min.

Madrid yang Merasa Asing Tanpa Mengejar Gelar Apapun

Real Madrid kehilangan satu lagi peluang juara setelah tersingkir dari Liga Champions. Madrid merasa tak terbiasa dengan situasi ini.

Madrid gagal mempertahankan gelar Liga Champions setelah didepak Ajax di babak 16 besar. Los Blancos tersingkir usai babak belur di pertandingan leg kedua.

Bermain di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) dini hari WIB, Madrid dihajar 1-4 oleh Ajax. Madrid pun tersingkir dengan agregat 3-5.

Ini jadi kali pertama dalam sembilan musim Madrid tak lolos ke perempatfinal Liga Champions. Sebelumnya, sejak 2010/2011, Madrid selalu melaju setidaknya sampai semifinal dan empat kali jadi juara.

Dengan hasil dini hari tadi, Madrid sudah kehilangan dua peluang meraih trofi. Sepekan sebelumnya, mereka terdepak dari Copa del Rey usai dikalahkan Barcelona.

Di LaLiga, peluang juara Madrid pun tak bisa dibilang besar. Karim Benzema dkk ada di peringkat ketiga dengan 48 poin, tertinggal 12 angka dari Barcelona dengan 12 pertandingan tersisa.

Itu berarti Madrid akan menjalani sisa musim ini nyaris tanpa mengejar gelar apapun. Situasi ini diakui Nacho membuat Madrid merasa hancur.

“Kami hancur. Ini sangat rumit,” ujar Nacho kepada Movistar seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Kami tidak terbiasa ada di titik ini dalam semusim dengan nyaris tanpa mengejar gelar apa-apa. LaLiga hampir mustahil, kami tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions. Ini berat,” kata pemain yang dapat kartu merah di laga melawan Ajax itu.

Ajax Nyaris Sempurna

Ajax tampil gemilang untuk membalikkan keadaan dan mendepak Real Madrid di Santiago Bernabeu. Penampilan Ajax dinilai sang pelatih nyaris sempurna.

Ajax menaklukkan Madrid 4-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) dinihari WIB. Kemenangan telak ini meloloskan Ajax dengan agregat 3-5, menyusul kekalahan 1-2 di kandang pada leg pertama.

Empat gol dibagi rata oleh Hakim Ziyech, David Neres, Dusan Tadic, dan Lasse Schone. Sementara satu gol balasan dari Madrid dibuat oleh Marco Asensio.

Ajax tampil berani sejak selepas kick-off, menantang Madrid bermain terbuka meski kemudian tuan rumah sedikit lebih banyak menguasai bola. Gol-gol Ajax mendesak Los Blancos bermain lebih ofensif.

Ajax mencatatkan 43% penguasaan bola, melepaskan 16 tembakan dengan separuhnya on target. Sementara Madrid punya 20 percobaan, delapan menyasar gawang dan dua membentur tiang/mistar.

Dari catatan percobaan dan tembakan on target tersebut, Ajax menunjukkan mereka lebih efisien. Skor bahkan bisa saja lebih besar kalau Ajax sedikit lebih tajam lagi, mengingat ada peluang Neres yang melenceng saat tinggal menghadapi kiper dan tembakan jarak dekat Ziyech melambung.

Terlepas dari itu, Pelatih Ajax Erik ten Hag menilai para pemainnya sudah tampil nyaris sempurna. Meski Madrid sempat menjaga peluang saat skor 3-1, Ajax merespons dengan baik lewat gol keempat.

“Ini cukup dekat dengan kesempurnaan. Dalam dua pertandingan, kami jelas layak lolos ke babak berikutnya. Saya sangat menikmati menyaksikan penampilan tim saya malam ini,” ujar Ten Hag.

“Mari jangan lupa bahwa kami memulai di babak kualifikasi, tapi kami masih dalam jalur menuju tiga hadiah dan kami ingin memenangi semuanya.” “Soal undian, saya tak punya pengaruh jadi takkan memikirkannya. Semua lawan yang mungkin kami hadapi adalah tim-tim besar, tapi begitu juga dengan Real Madrid bukan?” imbuhnya dilansir situs resmi UEFA.

Duel Merah di Anfield

Liverpool dan Bayern Munich sama kuat dalam catatan pertemuannya di Eropa. Juventus menuai banyak hasil buruk saat main di Spanyol.

Empat pertandingan di 16 besar Liga Champions akan bergulir tengah pekan ini. Liverpool akan menjamu Bayern di Anfield pada Rabu (20/2/2019) dinihari WIB.

Ini menjadi pertemuan keenam di semua kompetisi untuk kedua tim Liverpool dan Bayern sama-sama baru satu kali saling mengalahkan. Sebelumnya, Liverpool dan Bayern saling berhadapan saat masih format Piala Champions pada 1980/1981.

Pertemuan itu terjadi di babak semifinal. Liverpool lolos ke final setelah menang agresivitas gol tandang dari agregat 1-1. Di akhir kompetisi, The Reds keluar sebagai juara dengan mengalahkan Real Madrid.

Di saat bersamaan bakal ada duel antara Lyon vs Barcelona di Parc Olympique Lyonnais. Klub asal Prancis menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan di fase grup musim ini.

Lyon mencatatkan satu kemenangan dan lima hasil imbang. Kemenangan mereka dapat saat bertandang ke markas Manchester City. Duel menarik lainnya akan mempertemukan Atletico dengan Juventus di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dinihari WIB. Si Nyonya Tua kalah saat bertandang ke markas Atletico dan imbang saat gantian menjadi tuan rumah.

Juve punya catatan yang buruk saat bermain tandang melawan tim Spanyol. Bianconeri cuma bisa memetik enam kemenangan, enam imbang, dan 18 kekalahan.

Di saat yang sama juga akan digelar laga Schalke 04 melawan Manchester City di Veltins-Arena.

Liverpool Wajib Menang Lawan Napoli Tanpa Kebobolan

Liverpool menjalani laga hidup mati melawan Napoli. Kemenangan mutlak didapat tanpa kebobolan, jika tidak Liverpool butuh menang dengan selisih lebih dari satu gol

Liverpool akan menjamu Napoli di Anfield dalam matchday keenam Grup C Liga Champions, Rabu (12/12/2018) dinihari WIB. The Reds wajib mengambil tiga poin dalam laga ini untuk bisa melaju ke babak knock-out.

Tim besutan Juergen Klopp saat ini duduk di posisi ketiga dengan enam poin. Kalah dua angka dari Paris Saint-Germain dan tiga angka dari Napoli, yang ada di atasnya.

Pada pertemuan pertama di San Paolo, Liverpool kalah 0-1 dari Napoli. Jika bisa membalas kekalahan tersebut, The Reds bakal punya poin sembilan, sama seperti Napoli.

Jika poin kedua tim sama, makan ada hitungan lain yang harus menjadi acuan, yakni head to head, selisih gol, dan agresivitas gol. Jika Liverpool menang dengan skor 1-0, maka head to head akan imbang, selisih gol dan agresivitas gol kemudian harus dipakai untuk acuan mencari yang berada di posisi lebih baik.

Napoli saat ini punya keunggulan selisih tiga gol dari tujuh kali membobol gawang lawan dan empat kali kebobolan. Liverpool punya selisih satu gol dari delapan kali merobek gawang lawan dan tujuh kali kebobolan.

Kemenangan 1-0 Liverpool bakal bikin selisih gol kedua tim sama-sama dua. The Reds akan unggul di agresivitas gol dengan sembilan berbanding tujuh. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit tetapi kami harus percaya pada diri sendiri bahwa kami bisa melakukannya. Saya benar-benar percaya. Kami harus menunjukkannya,” kaya bek Liverpool, Virgil van Dijk, dalam konferensi pers jelang laga, dikutip dari situs resmi UEFA.

“Ini seperti final bagi kami. Kami harus menang dan semoga tidak kebobolan, jika tidak kami harus menang dengan banyak gol,” sambungnya.

Napoli bisa tetap lolos bersama Liverpool jika mengalami kekalahan, tapi hal itu harus diikuti dengan kekalahan PSG dari Red Star.

Spalletti Hadapi Laga Terpentingnya Bareng Nerazzurri

Inter Milan akan menghadapi laga krusial kontra PSV Eindhoven. Bagi Luciano Spalletti, ini menjadi pertandingan terpentingnya sejak melatih Nerazzurri.

Laga terakhir Grup B Liga Champions di San Siro, Rabu (12/12/2018) dini hari WIB tersebut adalah hidup-mati Inter. Kemenangan adalah harga mati jika ingin lolos ke 16 besar meski nasibnya masih ditentukan oleh hasil pertandingan Barcelona kontra Tottenham Hotspur

Saat ini Inter duduk di peringkat ketiga dengan 7 poin, sama dengan Spurs yang menang head-to-head. Sementara Barca sudah dipastikan menjadi juara grup dengan 13 poin.

Jika ingin lolos, Inter harus membungkam PSV ambil berharap Spurs tidak mengalahkan Barca. Kekhawatiran La Beneamata tentu muncul karena bisa saja Los Cules memainkan skuat pelapis di laga terakhir nanti yang akan menguntungkan Spurs.

Terlepas dari itu, Spalletti punya keyakinan Barca tak akan main-main dan membiarkan Tottenham menang begitu saja. Ini pun bakal jadi laga terpenting Spalletti setelah duel kontra Lazio di pekan terakhir musim lalu yang memberikan tiket lolos ke Liga Champions.

“Hanya orang-orang serius yang bekerja di Barcelona. Satu-satunya kesalahan yang bisa kami buat adalah jika terlalu fokus dengan laga itu. Kami harus berpikir soal kemenangan sendiri, melawan tim yang sebenarnya ada di pot tiga, sedangkan kami di pot empat,” ungkap Spalletti pada konferensi pers yang dikutip Football Italia.

“Mereka (PSV) juga berada di atas kami jika melihat peringkat di liga masing-masing. Ini menjadi laga terpenting sejak saya ada di sini. Lebih penting ketimbang lawan Lazio musim lalu. Jika saat undian kami diberitahu akan melawan PSV di kualifikasi dan Tottenham menghadapi Barcelona, kami harus berkomentar apa?”

“Kami sudah melihat grup ini sangat berat. Peluangnya masih terbuka untuk siapapun. Kami tidak khawatir dengan Barcelona dan Tottenham pun seperti itu dengan PSV, yang ingin menang di sini karena poinnya masih sedikit,” paparnya.

Napoli Tak Akan Remehkan Liverpool

Napoli akan menghadapi Liverpool dalam laga penentuan di fase grup Liga Champions. Partenopei tak akan meremehkan tim besutan Juergen Klopp tersebut.

Kedua tim bakal bertanding di Anfield, Rabu (12/12/2018) dinihari WIB. Napoli saat ini memimpin klasemen Grup B dengan sembilan poin dan Liverpool di posisi ketiga dengan enam poin.

Liverpool butuh kemenangan untuk bisa terus lanjut di Liga Champions. Pilihannya adalah menang dengan skor 1-0 atau lebih dari selisih satu gol jika Napoli berhasil melesakkan gol.

Pada pertemuan pertama di San Paolo, Napoli berhasil mengalahkan Liverpool 1-0. Hasil tersebut membuat Napoli percaya diri menatap laga di Anfield.

“Dari sudut pandang taktik, saya tidak tahu apa yang akan dilakukan Liverpool, tetapi saya tahu apa yang harus kami lakukan untuk bisa lolos dari permainan ini,” kata pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

“Kami punya keunggulan dari pertemuan pertama yang memberi kami kepercayaan diri lebih besar, keyakinan lebih. Saya tidak tahu apakah kami akan dapat mengulanginya, tetapi kami tahu apa yang ingin kami lakukan,” sambungnya.

Meski punya modal bagus dari pertemuan pertama, Ancelotti menolak untuk menganggap remeh Liverpool.

“Kami tidak akan menganggap enteng lawan, kami tahu apa yang akan kami mainkan. Ini adalah tahap terakhir dari fase grup. Kami telah melakukannya dengan baik, kami telah menunjukkan kepribadian dan karakter. Sekarang ini adalah langkah terakhir dan kami tidak akan menghadapinya secara dangkal,” tegasnya.