Arsip Kategori: Liga Nasional

Tekad PSS Lanjutkan Tren Positif, Akan Main Spartan Lawan Bhayangkara

PSS Sleman siap melanjutkan tren positif saat menjamu Bhayangkara FC di Liga 1 2019. PSS akan bermain spartan demi memenuhi target tiga poin.

Pertandingan pekan keempat antara PSS vs Bhayangkara akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (22/6/2019). Super Elang Jawa belum terkalahkan dalam tiga pertandingan pertamanya, sedangkan Bhayangkara baru sekali menang.

“Kita sebagai pemain harus fight. Di kandang harus poin maksimal. Main Spartan, yakin dengan teman dan diri sendiri,” kata kapten PSS, Bagus Nirwanto saat jumpa pers prematch di Stadion Maguwoharjo, Kamis (20/6/2019).

“Tren positif harus kita lanjutkan agar bisa melanjutkan mentalitas permainan,” lanjutnya.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro menuntut pasukannya untuk fokus. Mengingat Bhayangkara memiliki materi pemain yang lebih oke.

“Seminggu kemarin sudah melihat Bhayangkara bermain, kita akan antisipasi itu,” ujarnya.

“Bhayangkara laga terakhir menang 4-2. Secara tim produktivitasnya bagus, lawan Borneo bisa curi poin. Kualitas pemain banyak di timnas, banyak pengalaman,” kata Seto.

“Dibandingkan PSS, sedikit berbeda, dari sisi pengalaman dan kualitas pemain. Kita akan mencoba apa yang pernah kita lihat kita akan antisipasi di situ. Mudah mudahan pemain dalam kondisi baik dan fit, jadi mau bekerja keras mau bekerja cerdas,” sambungnya.

PSS menghuni posisi empat klasemen sementara usai mengantongi lima poin hasil tiga pertandingan. Bhayangkara di urutan ketujuh dengan empat poin.

Arema Belum Menang, Milomir Seslija Bingung

Arema FC sudah melakoni dua pertandingan Liga 1 2019 dengan rekor tidak pernah menang. Setelah kalah 1-3 dari PSS Sleman pada 15 Mei 2019, Arema menyerah 0-2 kepada Borneo FC pada 22 Mei 2019.

Pada dua pertandingan itu, Arema berstatus tim tamu. Baru pada laga ketiga, melawan Persela Lamongan, Arema akan tampil sebagai tuan rumah, pada 27 Mei 2019. Laga kandang pertama Arema pada Liga 1 2019 dapat disaksikan secara live melalui Indosiar, pada 27 Mei 2019 pukul 20:30 WIB.

Pelatih Arema Milomir “Milo” Seslija mengaku bingung dengan situasi Arema FC saat ini. Selain karena masuk Liga 1 2019 dengan status juara Piala Presiden, Arema juga dinilai Milo tampil bagus dalam sesi latihan.

“Itu adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Sebenarnya kami bermain bagus saat latihan, tapi tidak bisa transfer itu dalam pertandingan. Banyak hal yang terjadi, sulit untuk mengatakannya,” ujar Milo, seperti dilansir Liga 1.

“Kami tidak bisa berharap pemain bisa terus meraih kemenangan, ada kalanya juga akan turun. Tapi, yang penting saat ini mereka berlatih dengan bagus dan bekerja keras. Semoga segara kembali bermain bagus,” lanjut Milo.

Turunkan Berat Badan Jadi ‘PR’ Adixi di Persija

Kiper Persija Jakarta, Adixi Lenzivio menilai kedatangannya kembali klub ibukota merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya, ia mendapat pekerjaan rumah dari pelatih fisik, Sansan Susanpur.

Adixi vakum lima tahun di kompetisi sepak bola profesional. Meski demikian, kiper asli didikan Persija itu berkompetisi di Liga Kampus bersama PS Perbanas dan juga sempat membela klub futsal FC Pegasus di Pro Futsal League.

Walau tetap bersentuhan dengan sepak bola, Adixi mengaku tetap harus beradaptasi dengan lapangan hijau. Apalagi saat ini Persija sedang berlaga di kompetisi kasta atas sepak bola Indonesia, Liga 1.

“Kalau sepak bola memang harus adaptasi lagi. Tapi secara feeling ball, saya merasa tetap terjaga tinggal sedikit adaptasi karena selama dua tahun juga menjadi kiper di futsal,” ujar Adixi saat dihubungi Bolalob, Sabtu (25/5/2019).

Redix (panggilan akrab Adixi) menambahkan dirinya juga harus menurunkan berat badan. Hal itu dibutuhkan agar bisa mencapai fisik yang sesuai dengan standar di Persija.

“Itu pekerjaan rumah dari pelatih fisik Persija. Saya harus menambah porsi latihan dari pemain lainnya sampai mencapai berat ideal,”

“Jika dulu masih bisa ‘terbang-terbangan’ sekarang harus pintar-pintar menjaga fisik agar bisa memenuhi arahan dari pelatih kiper,” tuturnya.

Kiper yang besar dari klub internal Persija, Menteng FC dan Menteng Yunior ini menjadi pelapis dari Andritany Ardhiyasa dan Shahar Ginanjar. Posisinya juga untuk menggantikan Daryono yang hijrah ke Badak Lampung FC.

Pascalaga Vs Arema Nadeo Dipuji, Tapi juga Diperingatkan

Di laga kedua Liga 1 2019, Borneo sukses meraih kemenangan 2-0 atas Arema FC (22/5/2019). Namun ada hal lain yang dirasa istimewa selain perihal tiga poin, yaitu tak ternodanya gawang mereka.

Kiper muda berusia 22 tahun asal Kediri, Nadeo Argawinata, tampil cemerlang dalam meredam serangan Arema. Hal itu pun diapresiasi oleh pelatih kiper Borneo, Luizinho Passos.

“Senang rasanya melihat Nadeo bisa mendapat clean sheet di liga musim 2019. Sebuah awal yang bagus untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Saya apresiasi dia yang mau bekerja keras di latihan dan dia mendapatkan hasilnya saat pertandingan,” ujar Passos di situs resmi klub.

“Banyak penyelamatan yang dia lakukan di dipertandingan lawan Arema. Komunikasi dengan lini belakang yang terus menerus harus lebih diperkuat. Sebab tanpa pemain lainnya, kiper juga akan sulit untuk mendapat posisi yang pas,” tutur Passos melanjutkan.

Sementara itu, Passos pun melihat potensi dua kiper lainnya yang dimiliki Pesut Etam, yakni Gianluca Pandeywunu dan Alfonsius Kelvan. Keduanya menurut Passos bakal mendatapkan menit main di waktu yang tepat.

“Untuk Gianluca dan Alfon kenapa saya rotasi, ya karena semua kiper yang kita miliki punya kualitas sama. Ini sangat bagus untuk persaingan dalam sebuah klub bola. Artinya jika Nadeo tak bisa menjaga performanya, maka ia harus siap-siap menjadi kiper kedua atau bahkan ketiga dalam tim ini nantinya,” ucap pelatih kiper asal Brasil itu.

Polisi Amankan 6 Orang Pelaku Kekerasan di Laga PSS Vs Arema FC

Polisi mengamankan enam orang buntut kericuhan antarsuporter saat pertandingan PSS Sleman vs Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam. Enam orang itu diduga melakukan tindak kekerasan.

“Enam orang sudah kita amankan, diduga melakukan kekerasan,” kata Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri di Stadion Maguwoharjo, Kamis (16/5/2019) dini hari.

Dofiri belum menyebutkan identitas dan dari kelompok mana enam orang yang diamankan tersebut. Dofiri hanya menyampaikan ada sejumlah orang mengalami luka-luka akibat kericuhan itu.

“Ada yang luka lecet, tidak ada yang serius, ada beberapa orang,” ungkapnya.

Pertandingan PSS vs Arema FC merupakan laga pembuka Liga 1 Indonesia 2019. Jalannya pertandingan sempat dihentikan wasit karena ada lemparan dari tribune penonton.

Sebelum terjadi di dalam stadion, aksi pelemparan antarasuporter ini juga sempat terjadi di luar stadion. Beberapa saat sebelum laga di mulai.

Jafri Sastra Dikontrak Dua Tahun Oleh PSIS Semarang

Setelah berhasil membawa PSIS Semarang lolos dari degradasi pada Liga 1 2018, Jafri Sastra kini dikontrak selama dua tahun. Pada Liga 1 2019, Jafri ditargetkan mampu membawa PSIS Semarang berada di posisi 8 besar.

Sempat berada di zona degradasi, PSIS melakukan perombakan di sektor pelatih. Pelatih asal Italia, Vincenzo Alberto Anesse didepak dan digantikan oleh Jafri Sastra.

Kehadiran Jafri Sastra mampu mengangkat performa PSIS Semarang di sisa musim Liga 1 2018. Dari 14 pertandingan bersama PSIS, Jafri sukses meraih delapan kemenangan, dua seri, dan empat kekalahan.

Prestasi tersebut membuat PSIS berhasil finis di posisi ke-10 klasemen akhir Liga 1 2018. Kontrak Jafri Sastra akhirnya resmi diperpanjang oleh pihak PSIS untuk dua tahun ke depan.

“Jafri Sastra dan Budi Kurnia resmi digandeng kembali dengan kontrak selama dua tahun, dari Januari 2019 sampai dengan Januari 2021,” kata CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi dikutip dari Jawa Pos.

Pada musim depan, PSIS ditargetkan bisa finis di posisi 8 besar dan pada musim berikutnya diharapkan mampu berada di posisi 3 besar.

Sepak Bola Indonesia Bermasalah, Ferry Indrasjarief Ajak Jakmania Tetap Nikmati Pertandingan

Citra sepak bola Indonesia kembali mendapat terpaan negatif, terutama sejak isu pengaturan skor kembali mencuat belakangan ini. Namun, Ketua The Jakmania, Ferry Indrasjarief, tetap melihat ada sisi positif dalam sepak bola Indonesia saat ini.

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 memancing kekecewaan masyarakat Indonesia. Kalangan suporter lantas mengarahkan kritikan kepada PSSI juga sang Ketua Umum, Edy Rahmayadi.

Tak sedikit yang mendesak agar Edy mundur dari jabatannya di PSSI, mengingat ia saat ini rangkap jabatan dengan menjadi Gubernur Sumatra Utara.

Belum reda kekecewaan itu, citra sepak bola makin buruk setelah berkembangnya dugaan pengaturan skor di kompetisi domestik, baik Liga 3 hingga Liga 1.

PSSI pun dituding sebagai pihak paling bertanggung jawab atas citra buruk yang kembali menerpa sepak bola Indonesia.

Namun, Ferry Indrasjarief memiliki pemikiran yang positif perihal perkembangan sepak bola Indonesia saat ini.

Tokoh komunitas suporter Persija itu mengungkapkan pikirannya, sepak bola Indonesia tetap berjalan ke arah yang lebih baik, meski tetap banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki.

Kehadiran kompetisi usia muda di level klub disebutnya sebagai bukti arah sepak bola Indonesia tetap positif.

“Sebenarnya saya kurang memperhatikan apa yang terjadi dengan PSSI. Namun, saya lebih memperhatikan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Menurut saya, sepak bola Indonesia sudah berjalan ke arah yang benar, mulai kompetisi U-16 dan U-19 sudah bagus,” ujar Ferry kepada Bola.com.

“Jadi, sebenarnya kami yang benar-benar menyaksikan pertandingan sepak bola, yang tidak memikirkan intrik dan politik, melihatnya asyik-asyik saja. Kalau masih ada kekurangan, ya sudah pasti, ini Indonesia. Tak hanya sepak bola, di sektor mana pun pasti masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan,” lanjutnya.

Bicara perihal Edy Rahmayadi yang sosoknya dianggap kontroversial, Ferry menegaskan itu sudah menjadi tanggung jawab semua klub anggota PSSI yang memilih mantan Pangkostrad itu sebagai ketua umum.

“Saya bertanya, siapa yang pilih dia? Kalau dia dipilih klub-klub, berarti itu dipertanggungjawabkan klub,” tegasnya.

Perihal isu pengaturan skor yang marak terjadi, Ferry Indrasjarief meminta agar ada pembuktian agar semua menjadi jelas. Menurutnya, menjadi tidak baik ketika isu berkembang, namun tidak dituntaskan hingga jelas.

“Daripada merusak suasana, lebih baik buktikan dulu soal pengaturan skor itu. Jangan hanya menjadi gosip kemudian ramai dan yang membuka tidak melanjutkan sampai tuntas. Saya ingin semua terbuka jelas karena kami ini penonton sepak bola,” ujarnya.

“Kami mau menikmati sepak bola Indonesia, tapi kalau ada intrik pengaturan skor, tentu kami berpikir seperti apa sebenarnya dan kadang jadi ikut terpengaruh. Makanya saya sering bilang ke The Jakmania, selama belum terbukti, nikmati saja pertandingan yang kita tonton,” lanjut Ferry.

Tanpa Dua Bek Andalan, Persela Tetap Incar Kemenangan atas Arema

Persela Lamongan tak bisa menurunkan kekuatan penuh saat menjamu Arema FC. Meski begitu, Persela tetap akan mengincar angka penuh.

Melakoni laga ke-31 Liga 1, Persela vs Arema akan dihelat di Stadion Surajaya, Lamongan, Jum’at (16/11/2018). Dua pemain belakang Persela yang akan absen adalah bek tengah Arif Satria yang dan bek kanan Birul Walidain.

“Ada dua pemain yang nggak bisa main, Arif (Satria) sama Birul (Walidain), karena akumulasi. Kemarin (melawan Mitra Kukar) kan dapat kartu kuning,” kata asisten pelatih Persela Danur Dara.

Absennya kedua pemain tersebut berpotensi membuat kekuatan lini belakang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut melemah. Sebab, di sepanjang musim ini Birul dan Arif selalu menjadi pilihan utama bagi pelatih Aji Santoso.

Kendati demikian, Persela tetap akan mencoba meraih kemenangan. Persela akan butuh tiga angka demi terus menjauhkan diri dari zona degradasi.

“Melawan Arema kita punya target mengamankan poin dan meraih poin maksimal,” tutur Danur.