Arsip Kategori: News

Rooney Beberkan Alasan Dirinya Tinggalkan Everton

Bintang DC United, Wayne Rooney mengungkapkan bahwa pemilik Everton, Farhad Moshiri, tidak pernah menginginkan kehadirannya di Goodison Park.

Rooney kembali ke klub masa kecilnya, Everton, pada musim lalu, setelah meninggalkan Manchester United sebagai pencetak gol terbanyak mereka sepanjang masa. Namun pemain berusia 32 tahun itu hanya menghabiskan satu musim di Goodison Park.

Mantan kapten Timnas Inggris itu pun langsung memutuskan untuk pindah ke Washington, dengan memperkuat DC United. Lantas, Rooney pun membeberkan alasan dirinya meninggalkan Everton. Ia mengungkapkan bahwa pemilik Everton tidak pernah menginginkannya.

“Tidak mudah meninggalkan Manchester United. Tapi saya tidak bermain, dan itu sulit. Everton adalah alasan utama mengapa saya pergi,” kata Rooney kepada Daily Mail.

“Saya ingin membantu mereka maju dan memenangkan trofi pertama sejak 1995. Itu selalu mimpi saya, tetapi sayangnya itu tidak terjadi. Saya sedikit kecewa dengan cara itu berakhir tapi itulah sepak bola.

“Ini bukan hanya tentang mengakhiri karier saya di Everton. Saya bisa melihat klub berusaha untuk maju dan membawa pemain masuk, dan saya ingin menjadi bagian dari itu. Saya merasa kami meletakkan fondasi untuk memenangkan trofi itu dan memiliki dorongan di enam besar.

“Apa yang terjadi beberapa kali dalam karier saya adalah bahwa saya mungkin perlu sedikit lebih egois, yang kadang-kadang saya merasa sulit untuk dilakukan. Dengan bermain di lini tengah, saya kehilangan ancaman mencetak gol saya, tetapi tim berkembang sedikit lebih dan naik lebih tinggi di klasemen, jadi mungkin jika saya tidak melakukan itu, saya mungkin telah mencetak 20 gol dan kami akan menyelesaikan 12 atau 13. Itu bagian dari siapa saya.

“Saya pikir itu adalah keputusan pemilik. Dia jelas tahu dia akan membawa banyak pemain dan saya masih memiliki cukup banyak uang di Everton, dan dia ingin membebaskan uang. Saya dibuat sadar akan minat dari DC dan saya melihat sebuah artikel di koran tentang itu dan saya mulai berpikir: ‘Apa yang terjadi di sana? Apakah ada sesuatu yang dikatakan?’

“Jadi saya masuk untuk menemui Sam Allardyce dan berkata, ‘Dengar, saya bukan anak kecil. Apa yang terjadi? Anda mau saya di sini atau tidak?’ Agar adil bagi Sam, ia mungkin orang yang jujur. Katanya, jika ia masih di sana musim depan, saya mungkin tidak bermain banyak, tetapi ia tetap ingin saya berada di sini dan menjadi bagian besar dari segalanya. Lalu dia berkata, ‘Tapi Saya tidak yakin pemiliknya memiliki pendapat yang sama.’

“Mencoba untuk mendapatkan jawaban yang jujur ​​dari pemilik membutuhkan waktu tiga bulan. Saya terus mencoba dan mencoba. Yang saya inginkan adalah kejelasan. Ada beberapa hal positif: keempat anak saya melihat saya bermain untuk Everton. Meskipun dua anak bungsu saya tidak akan ingat. Kami masih memiliki gambar untuk dilihat kembali ketika mereka lebih tua dari saya di Goodison. Ada scoring di Anfield untuk Everton, mencetak hat-trick pertama saya untuk Everton Tapi saya hanya sedikit sedih.

“Ini berakhir buruk ketika saya meninggalkan pertama kali. Saya masih kecil dan Anda mengatakan hal-hal dan melakukan hal-hal yang Anda tidak benar-benar mengerti. Tapi kali ini, menjadi sedikit lebih tua dan sedikit lebih bijaksana, saya hanya meminta sedikit kejujuran dan itu tidak pernah benar-benar tampak datang, kecuali dari Sam Allardyce,” jelas Rooney.

Dijual Fergie, Berba Ngamuk

Dimitar Berbatov, mantan striker Manchester United yang kini memperkuat Fulham sepertinya ingin menunjukan bahwa keputusan Sir Alex Ferguson membuangnya dari Old Trafford adalah kesalahan fatal. Berbatov mampu bermain sangat gemilang kala Fulham berhasil menahan imbang Arsenal dengan skor 3-3.

Pada pertandingan tersebut, pemain bernama lengkap Dimitar Ivanov Berbatov ini berhasil mencetak sepasang gol. Mendapat tandem dengan Bryan Ruiz di Fulham dirasa sangat cocok dengan Berbatov, di mana Ruiz lah yang mengirimkan assist kepada Berbatov untuk gol pertama pada match di Emirates Stadium tersebut.

Saat masih berseragam Manchester United, Penyerang asal Bulgaria ini mencetak 57 gol dalam 149 pertandingan di berbagai turnamen, tetapi prestasi tersebut nampaknya bukan menjadi hal yang memberatkan Fergie untuk menjualnya ke Fulham Agustus lalu dengan bandrol hanya 5 juta pound. Berba sendiri mengaku tidak merasa kecewa dengan keputusan yang diambil Fergie.

“Saya meninggalkan Manchester United dengan kepala tegak sangat tinggi, Saya memberikan 100 persen dan tidak ada yang bisa meragukan penampilan saya,” ucap Berbatov, seperti dilansir Emirates247.

“Saya adalah pencetak gol terbanyak Liga Premier musim 2010-11 lalu, dan sama sekali tidak ingin menghabiskan waktu saya untuk bermain di bangku cadangan. Mungkin saya perlu bermain lebih tapi saya selalu menerima perintah manajer, saya tidak pernah menganggap diriku untuk menjadi bintang. Yang saya tahu hanya bermain maksimal dan bekerja untuk kemajuan tim yang saya bela”

Meski saat ini berbatov telah bermain untuk Fulham, tetapi namanya masih sering dikaitkan dengan mantan klubnya tersebut. Dengan kemampuan yang dimiliki Berbatov, Manchester United harus mewaspadai ketajaman yang dimilik oleh mantan strikernya ini.

“Saya tahu untuk mencetak gol dan mempersembahkan tropi untuk Fulham dan Tottenham lebih sulit dibandingkan ketika saya masih membela Manchester United. Tetapi dengan status saya sebagai pemain Fulham, saya akan berjuang untuk terus mencetak gol dan bertekad membawa Fulham menembus zona Europa League”.

Kenji Janji Bantu Persib Raih Gelar

Kehadiran striker Kenji Adachihara diharapkan bisa mempertajam lini depan Persib Bandung. Pemain asal Jepang yang memikat manajemen ini pun menyatakan siap meraih gelar juara bersama Maung Bandung –julukan Persib– di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012-2013.

Meski sebelumnya diminati juara ISL musim lalu, Sriwijaya FC, Kenji sendiri mengaku lebih memilih Persib karena dirinya ingin bekerja keras mendapatkan gelar juara. “Saya senang main disini membela Persib. Keinginan saya bermain juga ditunjang dengan banyak pemain bagus dan pemain bintang,” ujar Kenji ditemui setelah melakukan tes medis, Jumat (7/9).

Kenji yang tiba di Bandung kini yakin dirinya dapat bersaing dengan para pemain yang akan menghuni skuad Maung Bandung. “Di Persib berapapun gol akan saya buat. Itu sudah menjadi tugas saya mencetak gol. Tapi, saya akan menyesuaikan dengan strategi pelatih,” terang pemain berusia 27 tahun itu.

Mantan penggawa Viancone Fukushima ini pun tertarik untuk bergabung memperkuat Persib lantaran mengikuti jejak rekannya di Persiba Balikpapan. Para pemain tersebut yakni penjaga gawang I Made Wirawan dan gelandang Asri Akbar.

“Saya pikir Persib klub besar. Ya, saya sangat suka dengan Kota Bandung. Disini pun ada Asri Akbar dan Made rekan saya di Persiba,” tutur pria asal Kanagawa itu. Tak hanya itu, Kenji mendapat informasi dari kompatriotnya yang juga pernah memperkuat Persib beberapa musim lalu.

Dia mengenal Shohei Matsunaga dan Satoshi Otomo yang pernah menjadi rekan setimnya baik di Persiba maupun saat berkostum Bontang FC. “Matsunaga dan Satoshi merupakan teman saya dan mereka memberi informasi pada saya soal perkembangan Persib. Saya pikir informasi itu akan berguna bagi saya disini,” ungkapnya.

Dalam tiga musim bermain di ISL, Kenji memang memperkuat dua klub yang berbeda. Selama di Bontang FC (2009-2011) Kenji sudah mencetak lebih dari 30 gol. Musim lalu di Persiba, pemain yang mengenakan nomor punggung 9 ini mengemas 13 gol.

Di posisinya sebagai penyerang, Kenji dipastikan akan ditandemkan dengan salah satu pemain Herman Dzumafo Epandi yang tengah lebih dulu digaet manajemen Persib. Menurutnya, suatu kesempatan istimewa dapat berduet dengan pemain asal Kamerun tersebut.

“Oh dia juga disini? Itu bagus. Saya menilai dia itu bagus memiliki tubuh yang tinggi. Jika kami sudah di lapangan harus banyak melakukan komunikasi,” kata pemain yang bisa beroperasi sebagai second striker ini.

Saat disinggung apa yang menjadi tujuan utama dirinya bergabung dengan Maman Abdurrahman dan kawan-kawan, Kenji mengatakan tujuannya adalah menjadi juara. “Harapan terbesar saya adalah membawa Persib juara,” tegas pemain berpostur 175 centimeter ini.

‘Ajax Wajib Menang Lawan Real Madrid’

Pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Boer mengatakan bahwa ambisi timnya berangkat ke Santiago Bernabeu untuk memastikan satu tiket ke Liga Europa.

Selisih poin Christian Eriksen CS dengan Manchester City hanya satu angka saja. Mau tak mau, mereka wajib mencuri 3 poin dari juara La Liga musim lalu, Real Madrid.

Selain itu, De Boer juga meminta para pemainnya untuk bermain dengan maksimal ketika melawan jugador Los Blancos dini hari nanti (05/12) pada lanjutan UCL matchday 6.

“Yang terpenting bagi saya adalah melihat performa terbaik dari para pemain Ajax. Mereka wajib mengalahkan Real Madrid jika ingin bermain di Liga Europa.” ucap Frank de Boer saat konferensi pers.

“Kemenangan atas PSV di Eredivisie pada akhir pekan lalu membuat moral para pemain naik. Hal ini akan saya coba maksimalkan.” imbuh pria lulusan akademi sepak bola Ajax tersebut.

Aguero Berdoa Agar City Juara EPL Lagi

Sergio Aguero ingin Manchester City mengungguli tetangganya Manchester United lagi di musim ini. Itu Artinya The Citizen siap mempertahankan mahkota EPL.

Musim lalu striker yang mencetak 30 gol tersebut menjadi pahlawan Manchester Biru. Mencetak gol di masa injury time ke gawang QPR, sekaligus gol penyegel titel City.

“Kami bersiap menuju langkah berikutnya, semoga Tuhan bisa membuat kami berada di sana. Kami punya tim berkekuatan fenomenal,” ucap Aguero kepada The Sun.

“Kami akan coba mengulangi musim lalu. Saya berdoa untuk melakukannya lagi. Saya paham ini tak mudah namun kami akan berusaha.”

Mantan pemain Atletico Madrid ini juga menyebut start hebat di awal musim mungkin akan bisa menjadi kunci back to back Manchester City.

Eks Punggawa Barca: Arsenal Sempurna untuk Guardiola

Mantan centre back Barcelona, Rafael Márquez menilai bahwa Premier League cocok untuk sosok Josep ‘Pep’ Guardiola. Pemain yang saat ini merumput di New York Red Bulls itu kemudian mengklaim bahwa Arsenal merupakan klub yang sempurna untuk Pep.

Sebelumnya mantan pelatih Barcelona itu dispekulasikan akan menjadi suksesor di Old Trafford menggantikan posisi Sir Alex Ferguson yang kian senja. Rumor tersebut berembus usai keduanya kedapatan melakukan pertemuan di New York medio September lalu.

Namun, Márquez menilai bahwa Manchester United bukanlah klub yang tepat untuk seorang pelatih yang telah menyumbangkan 14 trofi untuk Barcelona dalam empat musim itu.

“Saya belum memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Pep di New York meski sebelumnya kami telah berhubungan (via Telepon),” kata pemain berusia 33 tahun itu, seperti dilansir Goal, Selasa (9/10/2012).

“Saya percaya Guardiola bahwa Guardiola akan segera kembali melatih. Saya pikir ia akan menuju Inggris, dan dia akan sangat sempurna apabila melatih Arsenal,” tutup Márquez.

Meski Puji Essien, Callejon Lebih Pilih Nacho

Saat Real Madrid dihantam badai cedera, Jose Mourinho berpaling pada Michael Essien ketimbang pemain binaan sendiri, Nacho. Tak ayal Jose Callejon pun mengisyaratkan kekecewaannya.

Nama bek muda Madrid yang merupakan bagian dari tim Castilla tersebut masuk dalam daftar pemain cadangan El Real akhir pekan kemarin lawan Celta Vigo. Namun tenaganya tak digunakan karena Mourinho lebih mempercayai Essien, mantan anak asuhnya di Chelsea.

Meski memuji kinerja Essien, Callejon mengaku lebih senang jika klub memberi prioritas pada pemain binaan akademi klub sendiri.

“Setiap skuad ingin memainkan mereka dari akademi, tentu saja. Tapi pelatih sudah memutuskan Essien di posisi bek kiri karena ia merasa itu yang terbaik untuk tim, ia tampil bagus dan harus diberi respek. Pelatih mendatangkannya karena ia bisa memainkan beberapa posisi dan hari ini ia tampil bagus,” ujarnya.

Callejon juga memuji para pemain belakang Madrid yang meski dihantam krisis tetap tampil solid. “Sayangnya, kami mendapatkan korban dari tugas internasional, dan pelatih harus membangun kembali pertahanan. Untungnya hari ini kami menang, tak mengalami cedera lagi dan bermain di level tinggi,” pungkasnya.

Review: Hantam Udinese, Lazio Mantap di Peringkat Lima

Lazio menghantam Udinese 3-0 pada giornata 14 Serie A dan mengukuhkan posisinya di peringkat lima klasemen sementara.

Gol-gol Lazio di Olimpico, Rabu (28/11), diciptakan oleh Alvaro Gonzalez (17′), Miroslav Klose (31′) dan Hernanes (59′). Tuan rumah bisa saja menang lebih besar seandainya penalti Cristian Ledesma pada menit 12 menemui sasaran.

Hasil ini membuat Lazio mengumpulkan 26 poin atau terpaut enam poin dari Juventus, empat poin dari Napoli, serta dua poin dari Fiorentina dan Inter Milan.

Sementara itu, Udinese harus turun dua anak tangga ke peringkat 12 dengan 16 angka.

Tambahan satu gol menjadikan Klose sejajar Edinson Cavani, Erik Lamela dan Diego Milito di posisi dua daftar top scorer sementara Serie A dengan koleksi delapan.

Susunan pemain Lazio: Marchetti; Cavanda, Biava, Ciani, Radu; Ledesma (kuning 39′) (Cana 65′ – kuning 84′); Candreva (Lulic 82′), Gonzalez, Ederson (Hernanes 46′), Mauri; Klose.

Susunan pemain Udinese: Brkic; Coda (kuning 58′) (Heurtaux 87′), Danilo, Domizzi (Angella 24′); Pereyra, Willians (Ranegie 46′), Allan, Badu, Armero; Maicosuel (kuning 90′); Di Natale.

Statistik Lazio – Udinese
Shots: 16 – 7
Shots on goal: 6 – 2
Penguasaan bola: 54% – 46%
Pelanggaran: 21 – 16
Corner: 4 – 3
Offside: 0 – 0
Kartu kuning: 2 – 2
Kartu merah: 0 – 0
Penyelamatan: 2 – 3.