Arsip Tag: Klopp

Klopp Sindir Gaya Main City di Anfield Musim Lalu

Jelang Liverpool vs Manchester City, Juergen Klopp mengungkit pertandingan musim lalu. Menurutnya, The Citizens tidak bermain seperti biasanya di Anfield.

Big match dua tim teratas Liga Inggris itu tersaji di Anfield, Minggu (10/11/2019). Secara statistik, The Reds lebih diunggulkan kala bermain di kandang dan mereka butuh kemenangan demi melebarkan jarak di puncak klasemen Liga Inggris.

Dari enam duel terakhir kedua tim di Anfield, Liverpool meraih lima kemenangan dan hanya satu kali imbang. Hasil seri itu terjadi pada pertandingan liga musim lalu dengan skor 0-0.

Menjelang pertandingan, Klopp kembali mengungkit-ungkit hasil imbang kedua tim musim lalu. Menurut manajer asal Jerman tersebut, City memainkan permainan yang berbeda dari biasanya. Saat itu City mengejutkan dengan bermain bertahan dan menumpuk lebih banyak pemain di lini belakang. Mereka bahkan nyaris menang andaikan penalti Riyad Mahrez tidak gagal.

“Performa City di Liverpool musim lalu bisa jadi merupakan penghormatan terbesar yang pernah diberikan kepada tim saya. Begitulah adanya,” kata Klopp dikutip dari Metro.

“Mereka bermain sangat berbeda dengan yang biasa mereka lakukan, itu benar. Tetapi inilah sepakbola,” tambah dia. “Kami semua harus membuat rencana untuk satu pertandingan, dan dalam kasus khusus ini akan menghadapi salah satu tim terbaik dunia.”

“Kami bermain di kandang, dan musim lalu kami bermain di markas City di mana kami kalah dengan jarak 11 milimeter, kalau saja bola itu dihitung masuk maka hasilnya seri. Saya rasa itu akan pantas.”

“Jadi ini akan menjadi pertarungan yang ketat dan itulah yang terjadi ketika dua tim berkualitas tinggi saling berhadapan. Saya mengharapkan pertandingan yang sengit lagi,” tutup Klopp.

Kalahkan Soton 2-1, Jurgen Klopp Terkesan dengan Permainan Liverpool

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp terkesan atas kemenangan 2-1 atas Southampton di St Marrys, Sabtu (17/8/2019) malam WIB. Meski begitu, dia mengakui Soton merupakan salah satu tim bagus di Premier League.

Wajar, jika Klopp bergembira atas tambahan tiga poin di pekan kedua Premier League. Mengingat, mereka bertempur habis-habisan selama 120 menit menghadapi Chelsea di Piala Super Eropa tengah pekan lalu.

Dia mengklaim, Sadio Mane dan kolega tampil bugar pada laga tersebut. Tidak hanya itu, The Reds mampu mengontrol jalannya pertandingan.

“Southampton tim yang hebat. Serangan balik dan organisasi permainan mereka juga bagus. Tahun lalu kami kalah 0-1 namun membalasnya 3-1 dan itu sangat sulit. Kali ini pun juga sulit,” kata Klopp di website resmi klub.

“Jujur saja saya sangat menyukai permainan kami hari ini. Setidaknya di awal pertandingan. Kami mengendalikan laga dengan baik,” ujarnya.

Namun, pelatih asal Jerman itu tidak menampik bahwa permainan bola panjang Soton menyulitkan timnya. Terlebih, saat Adrian melakukan kesalahan fatal yang membuat lawan termotivasi menyamakan kedudukan.

“Untungnya, Mane mencetak gol fantastis di babak pertama sehingga kami memiliki momentum. Tentu saja itu sangat membantu dan kami pun melakukan langkah besar di babak kedua,” ungkapnya.

“Saat kami benar-benar mengendalikan permainan, Adrian membuat kesalahan di menit ke-83. Alhasil, pertandingan menjadi lebih terbuka dan mereka (Southampton) bangkit memanfaatkan gol Danny Ings,’ tuturnya.

Dalam laga tersebut Liverpool langsung unggul dua gol yang disumbangkan Mane (menit 45) dan Roberto Firmino (71). Kemenangan tersebut membuat Liverpool mengumpulkan poin enam.

Klopp: City Belum Tentu Menang di Markas Burnley

Di atas kertas, Manchester City dijagokan menang atas Burnley di Liga Inggris akhir pekan ini. Namun Juergen Klopp menilai lawatan City ke markas Burnley belum tentu berbuah tiga poin untuk tim tamu.

City akan tandang ke markas Burnley pada pertandingan pekan ke-36 Liga Inggris. Laga akan digelar di Turf Moor, Minggu (28/4/2019) malam WIB.

Di atas kertas, City lebih diunggulkan daripada Burnley. Dalam dua pertemuan di semua kompetisi musim ini, The Citizens selalu menang atas Burnley dengan skor 5-0.

Namun Klopp memperingatkan City kalau lawatan ke markas Burnley tak akan mudah. Apalagi The Clarets sedang dalam momentum oke dengan tak terkalahkan dalam empat laga terakhirnya di Liga Inggris.

“Apakah Burnley tempat yang ingin saya datangi sekarang dalam jadwal kami? Tidak. Sejujurnya tidak,” ujar Klopp seperti dilansir Daily Mail.

“Itu bukan di mana Anda berpikir: ‘Oh bagus! Kami akan ke Burnley. Poin yang mudah!’ Itu tempat yang sulit dan mereka dalam momentum bagus, mereka memenangi laga-laga impresif.”

“Mereka terbiasa dengan gaya bermainnya. Mereka sekarang punya 40 poin dan itu bagus. Begitulah, kami tidak benar-benar harus memikirkannya. Kami hanya harus fokus.

City dan Liverpool masih bersaing ketat dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. City memimpin klasemen dengan 89 poin dari 35 laga, hanya unggul satu angka atas Liverpool.

Tekanan Persaingan Gelar Asyik Sekali untuk Liverpool

Liverpool menjalani persaingan gelar yang ketat dengan Manchester City hingga tiga pekan terakhir. Jordan Henderson mengakui tekanannya amat menyenangkan.

Liverpool dan City masih bersaing sengit untuk gelar Liga Inggris. ‘Si Merah’ saat ini ada di posisi dua klasemen dengan 88 poin dari 35 pertandingan, satu poin saja di belakang City.

Dengan selisih setipis itu dan dengan hanya tiga pertandingan tersisa, kedua tim dituntut untuk tak melakukan kesalahan sedikitpun. Sebab satu kesalahan kecil berpotensi membuat peluang lenyap seketika.

Kapten Liverpool Jordan Henderson merasa pembicaraan soal persaingan semakin panas dan membuat tekanan kian besar. Tapi justru tekanan semacam inilah yang terasa nikmat karena menandakan Liverpool mengejar sesuatu yang besar.

“Rasanya kita sudah membicarakan skenario-skenario untuk akhir musim sejak Agustus lalu. Saya sejujurnya tak pernah tahu musim seperti ini. Pada dasarnya sejak pekan-pekan pembuka, sudah ada spekulasi dan komentar terkait arti setiap hasil pertandingan terhadap apa yang bisa diraih musim ini,” ungkapnya.

“Berapa banyak kemenangan yang akan dibutuhkan? Berapa banyak poin yang diperlukan? Berapa banyak poin yang perlu terlepas dari lawan dan di titik mana itu mungkin terjadi.”

“Pastinya dengan hanya beberapa laga lagi, pembicaraan itu sudah meningkat ke titik di mana, di luar, rasanya seperti diskusi soal apa yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi berlangsung 24 jam sepekan. Tapi seperti yang sudah Anda dengar, hampir setiap pemain bilang berulang ini bukan sesuatu yang menelan kami.”

“Kami tak kehilangan fokus se-ons pun. Jangan salah, kami semua sangat antusias dengan ini. Kami sungguh menyukainya dan benar-benar fokus ke ini. Kami menyukai tekanan, intensitas ini, dan fokusnya. Ini yang kami inginkan setiap musimnya, merasakan tekanan ini di titik ini,” imbuh Henderson di situs resmi klub.

Menjamu Chelsea, Liverpool Jangan Bikin Kesalahan Serupa 5 Tahun Lalu Ya!

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, belum melupakan memori pahit di akhir musim Liga Inggris 2013/2014 saat menghadapi Chelsea. Dia akan membayar tuntas dendam itu akhir pekan ini.

Liverpool menjamu Chelsea di pekan ke-34 Liga Inggris di Anfield, Minggu (14/4/2019) malam WIB. The Reds tampil sebagai pemuncak klasemen di laga itu dan bersaing ketat dengan Manchester City untuk mendekati gelar juara.

Situasi itu serupa dengan Liga Inggris musim 2013/2014. Waktu itu, Liverpool yang berada di atas angin harus menjamu The Blues di Anfield.

Tapi, sebuah ‘kecelakaan’ kecil membuat The Reds gagal menyegel gelar juara setelah dikalahkan Chelsea 0-2 di Anfield. Sebanyak 11 kemenangan beruntun pun terhenti.

Di laga itu, Henderson cuma bisa menyaksikan dari tribune penonton. Dia sedang menjalani skorsing waktu itu.

Liverpool kemudian cuma bisa meraih hasil seri dari Crystal Palace, meski sempat unggul 3-0. Di laga pengujung musim, Liverpool mengalahkan Newcastle United 2-1. Akan tetapi, kemenangan itu tak membuat Liverpool juara karena di laga lain City juga mengalahkan West Ham 2-0.

“Berat menyaksikan laga itu. Sulit rasanya harus melewatkan laga yang krusial seperti itu. Chelsea tampil untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dan bisa merampungkan dengan sangat baik,” kata Henderson mengenang laga tersebut seperti dikutip Four Four Two.

“Saya sangat gelisah. Saya bisa merasakannya bersama penonton di tribune saat mereka membuang-buang waktu dalam beberapa menit pertama. Itu tidak baik untuk ditonton,” ujar dia.

Henderson berharap kekalahan di periode krusial tak terulang. Liverpool akan mati-matian di setiap pertandingan.

Menjelang laga itu, Liverpool menjadi penguasa papan klasemen. Si Merah mengantongi 82 poin, unggul dua poin atas Chelsea.

Fans Liverpool Lebih Idamkan Gelar Liga Inggris

Juergen Klopp bertekad membawa Liverpool tampil maksimal di Liga Inggris dan Liga Champions. Meski para fans mereka tak terlalu mendambakan menjadi raja Eropa.

Pekan ini, dua laga berat telah menanti Liverpool. The Reds harus menjamu Bayern Munich di Liga Champions, Rabu (20/2/2019), kemudian bertandang ke markas Manchester United pada akhir pekan.

Hasil laga pekan ini akan sangat mempengaruhi usaha mereka untuk meraih Liga Inggris dan Liga Champions. Maka dari itu Klopp bertekad meraih kemenangan di dua pertandingan tersebut.

Meskipun pelatih asal Jerman ini tahu bawa para pendukung Liverpool jelas lebih ingin memenangi Liga Inggris daripada Liga Champions. Jika mereka harus mengorbankan salah satu di antara kedua kompetisi tersebut.

Hal tersebut cukup masuk akal mengingat Si Merah sudah puasa gelar Liga Inggris hampir 19 tahun lamanya. Setelah mereka terakhir meraihnya pada musim 1989/1990.

Peluang Liverpool memenangi gelar Liga Inggris musim ini cukup terbuka lebar. Klub asal Merseyside ini hanya kalah selisih gol dari Manchester City di puncak klasemen. Dimana kedua tim ini sama-sama mengumpulkan poin 65.

“Sulit bagi saya untuk menjawab pertanyaan itu, tetapi jika Anda harus memutuskan untuk semua penggemar Liverpool itu adalah gelar Liga Inggris, Jelas kami tahu hal itu,” kata Klopp dilansir dari BT Sport.

“Tapi sekarang kami bermain di Liga Champions dan saya pikir kami semua berharap kami akan melakukan yang terbaik besok malam (saat jumpa Bayern). Dan terima kasih Tuhan kami tak harus membuat pilihan tersebut.”

“Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah mengerahkan seluruh kemampuan dan bermain sepakbola dengan penuh semangat. Sesuatu yang diharapkan orang ketika mereka datang ke Anfield,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund menegaskan.

Juergen Klopp Hadapi Sanksi FA

Manajer Liverpool Jurgen Klopp menghadapi larangan untuk mendampingi tim atau denda setelah didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk komentarnya terhadapa wasit Kevin Friend setelah duel Liga Premier melawan West Ham pada 4 Februari.

Klopp mengisyaratkan setelah imbang 1-1 bahwa kinerja babak kedua asisten wasit telah dipengaruhi oleh kesalahan mereka untuk gol pembuka Sadio Mane.

Gol terjadi setelah James Milner tertangkap dalam posisi offside, sebelum Michail Antonio mencetak gol penyeimbang untuk membawa Liverpool imbang dalam dua laga terakhir.

“Sebagai manusia, jika saya tahu saya telah membuat kesalahan besar di babak pertama, saya tidak ingin membuka celah lagi,” kata Klopp setelah pertandingan.

“Wasit jelas adalah manusia, dan saya mengerti itu, tetapi saya tidak melakukannya selama pertandingan karena saya tidak tahu bahwa gol kami offside.”

FA mengonfirmasi Klopp telah dituntut karena mempertanyakan “integritas” of the official of match.

“Jurgen Klopp hari ini didakwa melanggar Peraturan FA E3,” kata FA dalam sebuah pernyataan.

“Diduga komentar yang dia buat dalam wawancara pasca pertandingan setelah pertandingan liga Liverpool melawan West Ham United pada 4 Februari 2019, melanggar Peraturan E3 (1) ketika mereka mempertanyakan integritas wasit pertandingan dan / atau bias yang tersirat.

“Dia punya waktu sampai jam 6 sore pada 18 Februari 2019 untuk menanggapi tuduhan itu.”

Liverpool berada di urutan kedua di Liga Premier di belakang Manchester City hanya dengan selisih gol dan dengan satu pertandingan di tangan.

Namun, jika Klopp dinyatakan bersalah ia bisa dilarang berada di sisi lapangan ketika mereka melakukan perjalanan ke Manchester United pada 24 Februari.

Klopp: Liverpool Seharusnya Bisa Menang Lebih Besar

Liverpool menang telak 4-0 saat menjamu Newcastle United di laga Boxing Day. Manajer Liverpool Juergen Klopp percaya selisihnya seharusnya bisa lebih besar.

Liverpool menang 4-0 saat menjamu Newcastle di Anfield, Rabu (26/12/2018) malam WIB pada laga Boxing Day Premier League. Gol-gol disumbangkan oleh Dejan Lovren, Mohamed Salah, Xherdan Shaqiri, dan Fabinho.

Kemenangan ini memperpanjang start tak terkalahkan ‘Si Merah’ di liga musim ini. Liverpool belum kalah di 19 pekan, memenangi 16 laga dan berimbang di tiga lainnya.

Anak-anak asuh Klopp tampil begitu dominan atas Newcastle, menguasai bola hingga 75,5% seperti dicatat whoscored. Liverpool melepaskan 16 tembakan dengan separuhnya mengarah ke gawang.

Sementara tim tamu cuma punya enam percobaan, di mana cuma dua yang on target.

“Awal pertandingan, secara serangan kami sangat hidup. Sementara di pertahanan agak tengah-tengah, saya tak terlalu menyukainya,” ujar Klopp kepada BBC.

“Terlepas dari itu, keseluruhan permainan sangatlah bagus, kami bisa saja mencetak gol lebih banyak. Kans-kansnya sudah ada dengan pergerakan yang fantastis.”

“Sampai akhir, kami ingin mengontrol pertandingan tapi juga terus ingin bikin gol. Sulit membongkar formasi Newcastle, mereka bekerja keras tapi anak-anak menjaga fokus di laga dan menuntaskan pekerjaan,” imbuhnya.

Liverpool kian kukuh di puncak klasemen, dengan kini mengoleksi 51 poin dari 19 laga. Anak-anak Merseyside unggul enam poin dari Tottenham Hotspur, yang kini berada di posisi dua usai menyalip Manchester City.