Arsip Kategori: Berita Bola

Mengulik Cara Pemain Garuda Select Jaga Pola Makan

Latihan saja tidak cukup untuk menjadi pemain kelas dunia. Ini dia cara pemain Garuda Select mengatur pola makan selama berlatih di Eropa.

Garuda Select mengatur perkembangan setiap pemain termasuk diet mereka. Makan dan minum yang dikonsumsi tentunya dijaga ketat selama program ini. Hal ini disadari betul oleh salah satu pemain Garuda Select, Brylian Aldama.

“Soal makanan, itu sangat memengaruhi fisik karena berhubungan dengan pemulihan. Kami latihan setiap hari bisa
tiga kali, otomatis butuh asupan yang membuat kami harus cepat-cepat kembali ke performa semula,” ujar pemain yang akrab disapa Bri ini dikutip dari Mola TV.

Brylian mengaku pantang melanggar aturan yang sudah ditetapkan tim pelatih terlebih lagi jadwal padat pertandingan membutuhkan asupan yang sesuai.

“Kalau salah makan nantinya bisa cedera,” imbuh pemain timnas Indonesia U-19 ini.

“Itu saya terapkan di tim nasional, terutama soal sayur. Kalau di rumah, sebenarnya hanya makan roti setiap pagi
sama keju,” jelas Brylian.

Begini Tanggapan Brylian Aldama Jadi Pemain Senior di Garuda Select

Pemain timnas Indonesia U-19 Brylian Aldama kembali mengikuti pelatihan di Inggris bersama tim Garuda Select. Lima pemain dari angkatan pertama ikut meramaikan tim angkatan kedua.

Sebelumnya Garuda Select berlatih lima bulan hingga Mei 2019 di Inggris. Selain Brylian, ada juga Bagus Kahfi, Andre Oktaviansyah, David Maulana, dan Fajar Faturrahman yang kali ini bergabung dengan Garuda Select musim kedua. Rencananya tim kali ini tidak hanya mencari pengalaman di Inggris tapi juga Italia.

Saat ditanya beradaptasi dengan tim Garuda Select baru, Brylian menjelaskan ada tekanan karena harus menjadi contoh untuk para juniornya.

“Perbedaannya mungkin sekarang harus bermain dengan junior-junior. Sekarang ada tekanan baru dan tanggung
jawabnya lebih besar,” ucap pemain asal Surabaya itu dikutip dari Mola TV.

“Namun, sebenarnya kalau di lapangan tidak ada istilah senior atau junior. Contohnya Subhan (Fajri), kami sempat sama-sama di timnas U-16,” lanjut Brylian.

Garuda Select angkatan kedua selain bermarkas di Birmingham, Inggris, juga akan merasakan pelatihan di Como, Italia. Pelatihan berlangsung dari Oktober sampai Januari di Inggris lalu dilanjutkan di Italia hingga berakhir pada bulan April.

Mino Raiola Bocorkan Negara Tujuan Ibrahimovic Selanjutnya

Klub-klub Serie A sedang mengincar pemain bebas transfer dalam diri Zlatan Ibrahimovic, guna meningkatkan kembali daya pikat liga sepakbola negeri itu.

Namun agen dari Zlatan Ibrahimovic, Mino Raiola menegaskan peluang kliennya untuk kembali ke Italia bukanlah kesimpulan akhir.

Ibrahimovic berstatus bebas transfer setelah meninggalkan LA Galaxy setelah berada dua musim di MLS, dan mantan striker Juventus, Inter, dan Milan mengisyaratkan dia akan kembali ke Serie A ketika dia mengatakan “ampai jumpa di Italia awal pekan ini.

Namun, Mino Raiola menekankan kliennya masih bisa bergabung dengan klub di negara lain

“Belum dikatakan bahwa dia akan kembali ke Italia,” kata Raiola kepada Gazzetta dello Sport.

“Manakah dari tiga klub tertarik yang akan dia pilih? Siapa tahu, kita semua orang bebas.

“Bisakah dia pensiun? Aku tidak akan mengecualikan apa pun tetapi sangat tidak mungkin. Ibra masih sangat baik.”

Pemain asal Swedia berusia 38 tahun itu tentu saja meningkatkan daya pikat MLS selama dua tahun di Amerika Serikat, dan Raiola merasa dia akan memiliki dampak yang sama di Italia, jika itu menjadi tujuan yang dipilihnya.

“Tentu saja jika dia kembali, daya tarik Serie A akan meningkat, baik secara teknis maupun di televisi,” tambah Raiola.

“Berapa banyak negara yang menyalakan TV setiap akhir pekan?”

Ibrahimovic menghabiskan dua musim bersama Juventus, tiga kampanye bersama Inter dan dua tahun bersama Milan, mencetak 122 gol gabungan di antara 219 penampilan.

Dia adalah bagian dari tim pemenang gelar dengan ketiga klub, meskipun dua gelar Scudetto Juventus pada waktu itu dicabut karena skandal Calciopoli.

Guardiola Akui Kecepatan James, Martial & Rashford Susah Diredam

Pep Guardiola mengakui Manchester City tidak bisa menandingi kecepatan dan laju pemain serang Manchester United dalam kekalahan 2-1 pada Sabtu lalu.

United terus-menerus mengekspos lawan melalui serangan balik di Stadion Etihad, membantu mereka unggul dua gol dalam waktu setengah jam pertama. Marcus Rashford dan Anthony Martial mencetak gol pada laga ini.

Guardiola berbicara tentang ancaman serangan balik United pada malam pertandingan, tetapi pelatih kepala City mengakui timnya akhirnya tidak memiliki jawaban untuk trio penyerang lawan.

“Saya suka bagaimana tim saya bermain,” katan Guardiola. “Kami kebobolan sedikit lebih banyak ruang – tidak lebih dari biasanya, tetapi lebih dari tahun lalu melawan United.

“Kami tahu tentang kecepatan yang mereka miliki, dengan James, Martial dan Rashford, tetapi kadang-kadang tidak mungkin untuk mengendalikannya.”

Nicolas Otamendi membalaskan satu gol untuk City lima menit dari akhir, tetapi tidak ada yang kembali untuk juara bertahan karena harapan gelar mereka mendapat hadangan lain.

“Secara umum, kami melakukan apa yang kami suka,” tambah Guardiola. “Kami tiba di sepertiga akhir banyak dan berkali-kali.

“Sayangnya, kami tidak bisa menyelesaikan sedikit lagi, tetapi saya suka menonton tim saya. Saya tahu tidak ada yang setuju tetapi saya menyukainya.”

City yang berada di urutan ketiga kini terpaut 14 poin dari pemimpin klasemen Liverpool, yang mengalahkan Bournemouth 3-0 sebelumnya pada Sabtu, dan City akan bertandang ke Arsenal untuk pertandingan liga berikutnya.

Kerugian di kandang berarti membuat Guardiola memiliki raihan poin terendah setelah 16 pertandingan dalam satu musim dalam karir kepelatihan seniornya, tetapi ia tidak terkejut dengan penurunan dalam performa sejak musim lalu.

“Terkadang itu terjadi,” tambahnya. “Kadang-kadang Anda tidak menang dan yang lain lebih baik dan Anda kalah. Normal tidak selalu memenangkan liga, kadang-kadang Anda kalah.

“Penting untuk tidak menyerah dan mencoba melakukan apa yang kami lakukan sebagai tim. Semua pertandingan yang kami mainkan saat kami memainkan pertandingan, saya ingin tim saya bermain.

“Setelah itu, serangan balik, sepertiga terakhir, ketika kita berjuang di beberapa posisi oke, itu bagian dari proses. Mungkin musim depan kita akan lebih baik.”

Jadwal Indonesia vs Vietnam di Final SEA Games 2019

Timnas Indonesia U-22 selangkah dari meraih medali emas di final SEA Games 2019. Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam.

Indonesia melawan Vietnam yang merupakan pertemuan kedua dari kedua tim pada turnamen ini. Sebelumnya di fase grup, Vietnam menang 2-1 atas Indonesia.

Di semifinal Indonesia mengalahkan Myanmar 4-2 setelah melalui babak tambahan. Vietnam menumbangkan Kamboja lewat skor telah 4-0. Myanmar dan Kamboja akan bertemu sekali lagi memperebutkan medali perunggu.

Dua laga perebutan medali perunggu dan final digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12). Myanmar dan Kamboja memainkan laga pendahulu untuk partai puncak antara Indonesia versus Vietnam.

Jadwal Final dan peringkat ketiga SEA Games 2019:

Selasa, 10 Desember 2019
Myanmar vs Kamboja, Stadion Rizal Memorial, 15.00 WIB
Indonesia vs Vietnam, Stadion Rizal Memorial, 19.00 WIB

Timnas Indonesia U-22 Fokus Pemulihan Kondisi Fisik Jelang Hadapi Vietnam di Final SEA Games 2019

Jeda dua hari dimanfaatkan dengan baik oleh Timnas Indonesia U-22 dengan pemulihan kondisi fisik jelang tampil di final SEA Games 2019.

Di partai puncak, Timnas U-22 akan berhadapan dengan Vietnam, di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12/2019) malam.

Pelatih Indra Sjafri memberikan instruksi kepada para pemainnya untuk melakukan pendinginan di taman yang berada tepat di seberang Jen Hotel, tempat timnas menginap.

“Para pemain kami lelah setelah di semifinal, tetapi mereka tidur nyenyak,” ucap Syarif

“Hari ini program cuma recovery. Dari mulai tadi malam kami recovery pemain, besok pagi jam setengah tujuh mulai persiapan untuk final,” kata pelatih Indra Sjafri, dikutip dari laman Detik.

“Jadi hari ini acara cuma istirahat, latihan ringan sore harinya. Bagi yang ingin beribadah ke gereja, silakan ke gereja,” sambungnya.

Jadwal padat yang dimiliki oleh Timnas sangat berpengaruh pada kondisi fisik para pemain. Masa pemulihan menjadi kunci dari perjalanan mereka ke partai puncak.

Dalam kurun waktu 11 hari, Timnas harus memainkan total enam pertandingan, yakni lima di babak fase grup dan satu di babak semifinal.

Beberapa metode dilakukan oleh tim dokter timnas U-22 Indonesia untuk memulihkan kondisi fisik pemain.

“Pagi ini para pemain mandi es dan beristirahat sepanjang hari, tim medis bekerja keras. Kami memiliki metode khusus seperti mandi air es, fisioterapi, pijat dan menggunakan vitamin untuk memgembalikan kondisi pemain,” kata Syarif Alwi.

“Saya yakin kekuatan para pemain timnas U-22 Indonesia akan segera pulih,” ujar Syarif Alwi.

“Di final melawan Vietnam, mereka akan bermain sekuat pertandingan sebelumnya,” imbuhnya.

Indonesia harus berjuang hingga babak tambahan di semifinal melawan Myanmar, bermain 2-2 di waktu normal skuat Garuda Muda sukses menambah dua gol di masa perpanjangan untuk memastikan tiket ke final.

Diwarnai Anulir Gol Thailand, Timnas Putri Vietnam Juara SEA Games 2019

Vietnam juara cabor sepakbola putri di SEA Games 2019. Mereka menyabet medali emas usai menang tipis 1-0 atas Thailand.

Thailand menghadapi Vietnam di final cabor sepakbola putri SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu (12/8). Waktu normal ditutup dengan skor kacamata sehingga final berlanjut ke babak tambahan.

Di semifinal, juara bertahan SEA Games 2017 sekaligus juara Piala AFF Putri 2019 Vietnam menghentikan langkah Filipina berkat menang 2-0. Untuk Thailand kemenangan 1-0 atas Myanmar cukup membawa mereka ke laga pamungkas.

Jalannya final cabor sepakbola putri SEA Games 2019 diwarnai serangan Vietnam melawan pertahanan tangguh Thailand. Setelah tidak ada gol tercipta di babak pertama, di menit ke-52 Thailand lebih dulu menggetarkan jaring gawang Vietnam tetapi gol Orappin Waenngoen dianulir karena offside.

Kesempatan terbaik Vietnam terjadi di menit ke-72, Huynh Nhu menyambut umpan matang sayangnya sundulan tersebut tidak maksimal. Tidak ada gol tercipta hingga akhir waktu normal.

Memasuki babak tambahan Vietnam akhirnya unggul. Di menit ke-93 Hai Yen Pham mengubah kedudukan lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kiri.

Gol itu menjadi penentu Vietnam meraih medali emas cabor sepakbola putri di SEA Games 2019. Ini merupakan keenam kali timnas putri Vietnam juara SEA Games.

Butuh 893 Menit Bagi Alex Goncalves untuk Mencetak Gol Ke-17 Nya Pada Musim Ini

Persela Lamongan sukses meraih kemenangan krusial atas PSM Makassar dalam laga lanjutan Liga 1 2019, Sabtu (7/12/2019) di Stadion Surajaya, Lamongan.

Laskar Joko Tingkir menang dengan skor 3-1 atas Juku Eja. Tiga gol dari Persela masing-masing dicetak oleh Rafinha (40`), Sugeng Effendi (77`), dan Alex Dos Santos (90`). Sedangkan, gol hiburan dari tim Juku Eja dicetak oleh Rizky Pellu pada menit ke-31.

Kemenangan ini membawa Persela menjauh dari zona degradasi untuk berada di posisi ke-14 klasemen dengan 37 poin.

Hasil ini juga terasa spesial bagi striker Persela, Alex Goncalves. Dimana satu golnya itu mengakhiri puasa panjang striker Brasil ini dalam mencetak gol.

Dirinya sudah puasa mencetak gol dalam 10 pertandingan terakhir. Kali terakhir dia mencetak gol terjadi saat timnya bermain 1-1 kontra Badak Lampung (11/9/2019).

Artinya butuh waktu sekitar 893 menit bagi pemain berusia 29 tahun itu untuk mencetak gol ke-17 nya pada musim ini.

“Saat menjadi top scorer Liga 1, saya mempertahankannya sampai dua bulan. Tapi, saya berhenti mencetak gol selama dua bulan dan raihan saya diungguli oleh pemain lain. Saya sempat dalam periode sulit,” kata Alex dikutip dari laman Bola.com.

“Sekarang saya merasa sangat lega dan tenang untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Saya bisa kembali normal. Saya berharap bisa mempertahankan performa seperti ini,” imbuhnya.

Sebenarnya, paceklik gol Alex bisa berakhir pada laga menjamu Perseru Badak Lampung pada (20/11/2019) lalu. Sayang, eksekusi penalti di menit 77 gagal berbuah gol, hingga berujung pada aksi kerusuhan suporter.

“Saya bangga dengan Alex. Dia sampai stres, mungkin karena banyak orang menilai kemampuan dia hanya di situ,”

ujar pelatih Persela, Nil Maizar.

“Dia mengaku sedih, karena di putaran kedua kompetisi belum mencetak gol,” lanjutnya.

“Saya katakan, harus cetak gol hari ini. Dia bilang siap coach, sehingga (performanya) membuat saya bangga,” paparnya.