Arsip Tag: Chelsea

Andai Saja Chelsea Tak Buang-buang Peluang di Babak Pertama

Chelsea gagal mengalahkan Leicester City di kandang sendiri. Frank Lampard menyesali pemainnya banyak membuang peluang di babak pertama.

Setelah dibantai Manchester United di pekan perdana Liga Inggris 2019/2020, Chelsea berupaya bangkit di laga keduanya menghadapi Leicester. Ini jadi momentum yang pas mengingat The Blues bermain di Stamford Bridge, Minggu (18/8/2019) malam WIB.

Didukung puluhan ribu suporternya, Chelsea bermain agresif sejak peluit pertandingan dibunyikan. Mereka bahkan sudah punya peluang di menit ketiga lewat sepakan Pedro Rodriguez.

Empat menit berselang, Chelsea akhirnya bisa memimpin berkat gol Mason Mount. Gol tersebut membuat Chelsea lebih berapi-api mengejar gol keduanya dan beberapa kali merepotkan pertahanan Leicester. Ada total enam attempts dibuat Chelsea sepanjang babak pertama, tapi sayangnya cuma satu gol dibuat. Padahal Leicester banyak bertahan dan hanya bikin satu attempts, yang itu pun diblok.

Di babak kedua, Chelsea kena batunya karena mereka kehilangan kendali dan Leicester balik menekan. Total ada 11 attempts dibuat Leicester, tiga di antaranya tepat sasaran, dan satu berujung gol di menit ke-67 lewat Wilfried Ndidi.

Chelsea bahkan nyaris kebobolan lagi andaikan Jamie Vardy serta James Maddison tak membuang peluang emas di 15 menit terakhir laga. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

Hasil yang mana begitu disesali oleh Lampard yang kembali gagal memberikan kemenangan untuk Chelsea. Pasalnya, Si Biru punya kans untuk menncetak lebih dari satu gol di babak pertama, tapi terbuang begitu saja. “25 menit pertama begitu cepat, kami bermain dengan kualitas. Kami harusnya bisa mencetak lebih dari satu gol dan saya puas dengan start seperti itu. Seharusnya kami bisa mempertahankan momentum itu tapi tidak dilakukan,” ujar Lampard di BBC.

“Kami harusnya tetap menekan lawan, tapi tidak juga dilakukan. Selalu ada perbaikan, ini masih awal musim. Tapi kami harus ingat bahwa kami harus bisa mendapat poin lebih banyak dan bermain lebih baik,” sambungnya.

Hanya punya satu poin dari dua laga, Chelsea terdampar di posisi ke-15 klasemen. “25 menit pertama begitu cepat, kami bermain dengan kualitas. Kami harusnya bisa mencetak lebih dari satu gol dan saya puas dengan start seperti itu. Seharusnya kami bisa mempertahankan momentum itu tapi tidak dilakukan,” ujar Lampard di BBC.

“Kami harusnya tetap menekan lawan, tapi tidak juga dilakukan. Selalu ada perbaikan, ini masih awal musim. Tapi kami harus ingat bahwa kami harus bisa mendapat poin lebih banyak dan bermain lebih baik,” sambungnya.

Hanya punya satu poin dari dua laga, Chelsea terdampar di posisi ke-15 klasemen.

Chelsea Benar-benar Diuji oleh RB Salzburg

Chelsea mendapatkan pelajaran berharga dari uji coba melawan Red Bull Salzburg. Agresivitas Salzburg jadi tes penting untuk penguasaan dan aliran bola Chelsea.

Chelsea memetik kemenangan 5-3 saat menghadapi Salzburg di Red Bull Arena, Kamis (1/8/2019) dinihari WIB. Christian Pulisic bikin dua gol, sementara tiga gol dibagi rata antara Ross Barkley, Pedro Rodriguez, dan Michy Batshuay.

Tiga gol balasan tuan rumah dicetak oleh Jerome Onguene dan Takumi Minamino (2 gol).

Manajer Chelsea Frank Lampard cukup puas dengan penampilan timnya, kendati ada sejumlah kesalahan. Satu hal yang membuatnya gembira adalah timnya benar-benar menghadapi tantangan serius dari Salzburg.

Tim Swiss ini bermain dengan garis pertahanan tinggi dan menekan jauh ke area Chelsea. Dengan begitu Lampard bisa melihat reaksi para pemainnya ketika ditekan lawan.

“Ada beberapa skema permainan yang sangat bagus dari kami, sejumlah gol bagus, kombinasi yang bagus. Ada serangan yang baik dari para penyerang dan pemain sayap, yang mana merupakan hal penting buat saya. Dan tentu tak ketinggalan kebobolan beberapa gol dengan adanya momen-momen ceroboh dari kami,” ungkapnya di situs resmi klub.

“Ada hal-hal positif yang besar dari cara kami bermain. Ini merupakan pertandingan yang berat untuk kami melawan tim yang sudah menjalani musim dan bermain dengan pressing tinggi. Mereka menguji kami saat kami memegang bola, kami beberapa kali sukses dan juga tidak di kesempatan lainnya.”

“Tapi secara umum saya puas. Kebobolan di pramusim itu sesuatu yang tidak Anda inginkan, tapi itu bukan yang terburuk karena memberi tahu Anda hal-hal untuk ditangani sebelum urusan yang sebenarnya dimulai,” imbuhnya.